OpiniPengembangan Profesi

Kepemimpinan dan Komunikasi Efektif Sanitarian

Kepemimpinan dan komunikasi efektif sanitarian menjadi kunci kesuksesan menjalankan profesi Sanitarian. Sanitarian harus mampu melakukan manajemen sumber daya untuk tercapainya pelayanan sanitasi lingkungan yang efektif, efesien, paripurna, dan kontinu. Jiwa kepemimpinan dan komunikasi efektif Sanitarian merupakan hal yang harus terus dibangun oleh profesi Sanitarian. Lebih-lebih, bagi Anda yang program dan kegiatan sanitasi lingkungan yang dilakukan pernah ditolak atau mendapatkan hasil yang kurang baik.

Oleh: Arda Dinata

In SANITARIANSebelumnya saya telah membahas terkait pondasi kompetensi yang perlu dimiliki sanitarian, yaitu Membangun Profesionalitas Luhur Sanitarian dan Mawas Diri dan Pengembangan Sanitarian dalam menjalankan profesinya. Pedoman ini lahir dengan maksud sebagai pedoman bagi tenaga sanitasi lingkungan dalam memberikan pelayanan sanitasi lingkungan yang terukur, terstandar, dan berkualitas di permukiman, fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas umum, tempat kerja, dan tempat rekreasi.

Menyambung pembahasan tersebut, kali ini saya akan coba bahas terkait pondasi yang ketiga yaitu: Kepemimpinan dan Komunikasi Efektif Sanitarian. Jiwa kepemimpinan dan komunikasi efektif Sanitarian merupakan hal yang harus terus dibangun oleh profesi Sanitarian. Lebih-lebih, bagi Anda yang program dan kegiatan sanitasi lingkungan yang dilakukan pernah ditolak atau mendapatkan hasil yang kurang baik.

Artinya, seorang Sanitarian harus mampu melakukan manajemen sumber daya untuk tercapainya pelayanan sanitasi lingkungan yang efektif, efesien, paripurna, dan kontinu. Lebih jauh, seorang Sanitarian mampu menggerakkan, menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan klien, masyarakat, kolega, profesi kesehatan lain, dan pemangku kepentingan. Inilah esensi kepemimpinan dan komunikasi efektif Sanitarian.

Jiwa Kepemimpinan Sanitarian

Seorang Sanitarian harus memiliki jiwa kepemimpinan. Keahlian ini akan melancarkan seorang Sanitarian dalam menjalankan tugas dan memasarkan fungsi keilmuan dalam bidang sanitasi lingkungan.

BACA JUGA:  Virus Lyssa Menyebar, Rabies Menjalar

Jiwa kepemimpinan Sanitarian ini dapat diaplikasikan dalam beberapa hal berikut ini, yaitu:

1. Mempengaruhi anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini akan berhasil dan sukses, manakala seorang Sanitarian memiliki jiwa kepemimpinan.

Ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk mampu mempengaruhi anggota kelompok mencapai tujuan bersama, yaitu:

Pertama, mengelola potensi anggota kelompok dalam menyusun rencana kegiatan, pelaksanakan kegiatan sesuai rencana yang telah disusun, monitoring, dan evaluasi. Termasuk melakukan perbaikan sesuai hasil monitoring dan evaluasi.

Kedua, mengarahkan dan fokus untuk menggerakkan potensi anggota kelompok, tenaga kesehatan lain, dan pemangku kepentingan lain dalam pelaksanaan kegiatan sanitasi lingkungan.

2. Jiwa kepempinan selanjutnya berupa kemampuan mengkoordinasikan dan mendelegasikan kerja dalam kelompok.

Bentuk yang bisa dilakukan seorang Sanitarian ialah dengan melakukan dua hal, yaitu:

Pertama, menggalang koordinasi anggota kelompok, tenaga kesehatan lain, dan pemangku kepentingan lain dalam mengatasi masalah sanitasi lingkungan secara terpadu dan mandiri.

Kedua, melakukan pendelegasian tugas dan fungsi kepada anggota kelompok sesuai minat dan keahliannya dalam melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan bersama.

3. Keberadaan jiwa kepemimpinan seorang Sanitarian akan mampu menggalang, mempertahankan, dan meningkatkan komitmen anggota kelompok.

Langkah yang bisa dilakukan Sanitarian, diantaranya berupa:

•Membangun komunikasi interprofesional,

•Mewujudkan suasana kerja yang kondusif untuk menjaga komitmen antara anggota kelompok agar mempunyai semangat tinggi dalam melakukan kegiatan,

•Menggalang dan mempertahankan komitmen yang telah dibuat oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

4. Adanya jiwa kepemimpinan dalam diri seorang Sanitarian, maka ia bisa berperan menjadi agen perubahan di masyarakat.

Untuk berperan sebagai agen perubahan di masyarakat, maka langkah yang dapat dilakukan oleh seorang Sanitarian, antara lain berupa:

BACA JUGA:  Mikroorganisme, Hygiene dan Sanitasi Daging

•Menginisiasi gagasan untuk mengkondisikan sanitasi lingkungan,

•Keteladanan atau menjadi contoh dalam menciptakan sanitasi dan kesehatan lingkungan,

•Menggerakkan masyarakat secara bersama-sama untuk mewujudkan sanitasi lingkungannya,

•Menjadi provider dan fasilitator dalam bidang sanitasi lingkungan.

Komunikasi Efektif Sanitarian

Komunikasi efektif adalah menjadi faktor penting dalam kesuksesan dan keberhasilan seorang Sanitarian dalam melakukan tugas dan pekerjaannya di masyarakat. Untuk membangun komunikasi efektif, seorang Sanitarian paling tidak harus melakukan tiga langkah penting berikut ini, yaitu:

  1. Melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, mitra kerja, dan pemangku kepentingan lainnya.

Adapun langkah yang bisa dilakukan Sanitarian untuk kesuksesan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi, diantaranya berupa:

•Memberikan informasi yang sebenarnya dan relevan kepada penegak hukum, swasta, media massa dan pihak lainnya jika diperlukan,

•Mempersentasikan informasi ilmiah secara efektif,

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

4 komentar pada “Kepemimpinan dan Komunikasi Efektif Sanitarian

Tinggalkan Balasan

error: