Kesehatan LingkunganMikrobiologiPenyehatan Air MinumPromkes

Selayang Pandang Penyebaran dan Cara Mencegah Legionellosis

Inilah selayang pandang penyebaran dan cara mencegah Legionellosis di Indonesia. Legionellosis merupakan infeksi bakteri yang bersifat akut dan disebabkan oleh bakteri Legionella.

Legionellosis merupakan infeksi bakteri yang bersifat akut dan disebabkan oleh bakteri Legionella. Penyakit ini dipercaya telah terdistribusi hampir pada berbagai negara di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus penyakit ini pernah dilaporkan dari tahun 2010-2019 dari wisatawan mancanegara yang berwisata ke Bali dan Jawa Barat berdasarkan penemuan kasus dari negara asal. Selain itu, pada 30 Mei 2023, telah dilaporkan 2 kasus konfirmasi pertama Legionellosis (WNI) di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Apa Legionellosis?

Legionellosis merupakan infeksi bakteri bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella. Hasil penelitian mengidentifikasi setidaknya ada 60 spesies Legionella dan 20 diantaranya dapat menyebabkan panyakit Legionellosis pada manusia. Legionella pneumophilla merupakah spesies yang paling umum menyebabkan penyakit pada manusia.

Apakah Legionellosis itu termasuk penyakit baru?

Tidak. Legionellosis bukan merupakan penyakit baru. Legionella telah diidentifikasi setelah wabah pada tahun 1976 di Philadelphia. Wabah pneumonia ini belum diidentifikasi sebelum tahun 1976 dan telah dikonfirmasi sebagai penyakit Legionellosis. Sampai saat ini, peneliti masih terus mempelajari terkait penyakit tersebut.

Selayang Pandang Penyebaran dan Cara Mencegah Legionellosis

Bagaimana kondisi Legionellosis terkini di dunia?

Penyakit Legionellosis dipercaya terdistribusi hampir ke seluruh dunia. Mengingat kurang optimalnya kapasitas pemeriksaan diagnosis diberbagai negara, maka angka kejadian tidak diketahui secara pasti. Di Eropa, Australia dan Amerika Serikat diperkirakan terdapat 10-15 kasus per 1 juta populasi pertahun.

Pada 30 Agustus 2022, Pan American Health Organization (PAHO) telah menerima laporan dari Argentina bahwa ditemukan adanya klaster dari 6 kasus pneumonia di Provinsi Tucuman. Pada 3 September 2022, setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut ditetapkan bahwa kasus tersebut disebabkan oleh bakteri Legionella.

Hingga 3 September 2022, sudah ditemukan 11 kasus terkonfirmasi Legionellosis dengan empat kasus kematian. Delapan dari 11 kasus terkonfirmasi tersebut merupakan tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan yang sama.

BACA JUGA:  Merkuri, Manusia, dan Lingkungan

Apakah sudah ditemukan kasus Legionellosis di Indonesia?

Dari tahun 2010-2019 pernah dilaporkan beberapa kasus Legionellosis dari wisatawan mancanegara yang berwisata ke Bali dan Jawa Barat berdasarkan penemuan kasus dari negara asalnya, namun tidak dilaporkan adanya kematian. Baru, pada 30 Mei 2023, telah dilaporkan 2 kasus konfirmasi pertama Legionellosis (WNI) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana seseorang dapat tertular Legionellosis?

Seseorang dapat tertular Legionellosis dengan menghirup aerosol (partikel padat atau cair yang ada di udara) atau meminum air yang mengandung bakteri Legionella. Namun berdasarkan penelitian terakhir, kurang dari 5 orang per 100 penduduk yang terpapar bakteri Legionella dapat mengalami Legionellosis karena umumnya masyarakat memiliki ketahanan terhadap penyakit ini. Belum ada laporan penularan langsung dari manusia ke manusia

Apakah bakteri Legionella menyebar di lingkungan?

Ya, hasil penelitian telah mengonfirmasi bakteri ini dapat ditemukan pada sumber air alami atau buatan. Bakteri ini umumnya dapat berkembang pada air hangat dengan rentang suhu 20-50 derajat Celcius dan air yang tergenang.

Apakah orang bisa terkena Legionellosis dari sumber air alami?

Pada umumnya tidak. Sumber air alami yang meliputi sungai, danau, kolam, dan lumpur, umumnya memiliki tingkat Legionella yang sangat rendah sehingga memiliki kemungkinan kecil menjadi sumber penularan. Di sumber air kemungkinan tidak dapat menyebabkan penyakit.

admin

www.insanitarian.com adalah Situs Nasional Seputar Dunia Kesehatan, Hygiene, Sanitasi, dan Kesehatan Lingkungan (Sumber Inspirasi & Referensi Dunia Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Entomologi, Mikrobiologi Kesehatan, dll.) yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House. Redaksi dengan senang hati menerima kiriman tulisan ilmiah dengan gaya penulisan secara populer. Panjang tulisan antara 8.000 -10.000 karakter.

Tinggalkan Balasan

error: