Buku Kesehatan Lingkungan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat.

Oleh: Arda Dinata

Judul Buku:
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Penulis:
Dr. Sukmal Fahri, S.Pd., M.Kes.

Penerbit:
Penerbit Deepublish Yogyakarta

Tahun Terbit:
Cetakan 1, April 2021

Jumlah Halaman:
viii, 75 halaman

***

Isi Buku Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

In SANITARIAN Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Acara Bedah Buku Sanitasi Total Berbasis Lingkungan

Atas dasar pengertian tersebut, saya sampaikan pada acara bedah buku yang diselenggarakan Poltekkes Kemenkes Jambi (13/04/2022), pada dasarnya ide ditulisnya buku bahan ajar ini sangat bagus untuk membantu proses pembelajaran bagi mahasiswa sanitasi, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat yang akan mengikuti kuliah terkait STBM. Struktur buku bahan ajar ini membahas enam bagian. Jadi, walaupun buku ini tidak terlalu tebal, tapi isinya begitu komplit seputar materi STBM.

Bab 1 Gambaran Promkes di Indonesia. Penulis memperkenalkan terkait gambaran program promosi kesehatan di Indonesia, mulai sebelum tahun 1965, periode 1965-1975, periode 1975-1985, periode 1985-1995, dan periode 1995-sekarang. Baru diakhir bab pertama ini dibahas terkait sejarah lahirnya STBM di Indonesia hanya sampai dengan Kepmenkes RI No. 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Padahal ada aturan terbaru sebagai penggantinya, yaitu: Permenkes RI No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Untuk itu, saya menyarankan dibahas sampai dengan aturan yang terakhir tersebut.

BACA JUGA:  Potret Masalah Kesehatan Lingkungan

Bab 2 Prinsip Dasar STBM. Bahasan mulai dari pengertian, tujuan, konsep, komponen, dan lima pilar STBM, serta pilar perubahan perilaku. Dalam subbagian pengertian, tidak saja dibahas pengertian STBM, tapi dijelaskan juga terkait definis operasional STBM.

Untuk subbagian tujuan STBM dijelaskan terkait hadirnya STBM untuk mewujudkan kondisi sanitasi secara total dengan mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk konsep STBM sendiri disebutkan bahwa konsepnya diadopsi dari konsep Community Led Total Sanitation (CLTS).

Sementara itu, bahasan komponen STBM meliputi: peningkatan kebutuhan dan permintaan sanitasi; peningkatan penyediaan layanan sanitasi; dan penciptaan lingkungan yang mendukung. Lalu, dibahas lima pilar STBM, yaitu: Stop Buang Air Besar Sembarangan; Cuci Tangan Pakai Sabun; Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga; Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga. Bagian kedua ini, ditutup dengan pembahasan pilar perubahan perilaku terkait sanitasi dan langkah pengembangan visi STBM.

 Bab 3 Pelaksanaan STBM. Pembahasan bab ini diawali dengan uraian kurikulum pembelajaran pemicuan. Baru bahasan selanjutnya bicara terkait langkah pra-pemicuan, yang meliputi persiapan teknis dan logistik; pengamatan perilaku hidup bersih dan sehat; persiapan pemicuan; dan instrumen pendukung pelaksanaan proses pemicuan di masyarakat.

Selanjutnya, dibahas pula terkait langkah-langkah pemicuan, yang meliputi bahasan terkait: alur penularan penyakit; alat utama kajian partisipatif kondisi desa; unsur pemicu dan faktor penghambat pemicuan; serta anjuran dan larangan pemicuan. Pada akhir bab ini, dibahas terkait kegiatan pasca pemicuan yang terdiri dari: tangga sanitasi untuk lima pilar STBM; penyediaan sanitasi dan pemasaran sanitasi; membangun komitmen dan rencana tindak lanjut masyarakat; pendampingan dan pemantauan.

Bab 4 Pemicuan di Masyarakat. Bagian ini membahas terkait kegiatan pemicuan di masyarakat. Yaitu mulai dari persiapan pemicuan (persiapan lapangan, pembentukan tim pemicuan, persiapan alat dan bahan, simulasi kelompok); pemicuan masyarakat; diskusi pleno dengan masyarakat; pelaporan hasil pemicuan; dan evaluasi hasil pemicuan di lapangan.

BACA JUGA:  Mengungkap Rahasia Ancaman DBD: Pendekatan Kesehatan Lingkungan dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD)

Bab 5 Permainan Untuk Perkenalan dan Pencairan Suasana. Pada bagian ini dibahas terkait permaianan untuk perkenalan dan pencairan suasana; metode permainan kreatif; dan langkah-langkah perkenalan dan pencairan suasana sebelum melakukan pengenalan program.

Bab 6. Peran dan Strategi STBM. Bagian ini dibahas peran dan strategi STBM ke depan, mulai dengan mengenalkan pola rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2005-2025; arah dan strategi kebijakan terkait progam STBM; dan strategi STBM yang akan dilakukan dalam mencapai kondisi sanitasi total berbasis masyarakat. Adapun strategi STBM yang ditawarkan meliputi: penciptaan lingkungan yang kondusif; peningkatan kebutuhan masyarakat akan higiene san sanitasi; peningkatan penyediaan suplai sarana sanitasi; pengelolaan pengetahuan sanitasi lokal; pembiayaan dengan tanpa subsidi; melakukan monitoring dan evaluasi.

***

Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dipandang sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Diganti dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sebagai bahan masukan saya atas buku ini, bisa ditambah satu bab khusus berisi strategi untuk mencapai dan mewujudkan isi lima pilar STBM yang luar biasa itu. Sehingga Kota Sehat yang kita idam-idamkan akan cepat terwujud, karena masyarakat mampu menyelenggarakan STBM secara mandiri dengan berpedoman pada Pilar STBM, yaitu:

a. Stop Buang Air Besar Sembarangan;

b. Cuci Tangan Pakai Sabun;

c. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga;

d. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan

e. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

error: