Info KesehatanKesehatan LingkunganPenyehatan Air Minum

Paparan Arsenik, Air Minum dan Manusia

Paparan arsenik, air minum dan manusia merupakan tiga komponen yang saling terkait. Ujung hubungan dari ketiganya akan menentukan kualitas kesehatan manusia di suatu daerah. Untuk itu, menjaga kualitas lingkungan dan air minum menjadi kunci dalam menjaga kualitas hidup manusia.

Arda Dinata

In SANITARIAN – Ada tulisan yang menarik yang ditulis oleh Silke Schmidt bertajuk, “Navigating a Two-Way Street: Metal Toxicity and the Human Gut Microbiome,” yang tayang di Environmental Health Perspectives (18/03/2022). Pada laporan terkait toksisitas logam itu, saya melihatnya ada hal terkait dengan hubungan paparan arsenik (As), air minum dan manusia.

Hubungan itu, tercermin dari kutipan yang diambil Silke Schmidt bahwa ada jutaan orang mengkonsumsi air minum dengan kadar arsenik yang tinggi. Kondisi tingginya As ini, tentu sangat berpotensi meningkatkan risiko kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Kekhawatiran itu telah menghantui warga seluruh dunia. Apalagi, kalau ditelusuri lebih jauh keberadaan kontaminasi arsenik itu sebagian besar dari sumber alami, sedangkan kontaminasi merkuri berasal dari aktivitas manusia.

Arsenik Pada Air Minum

Arsenik adalah termasuk logam yang toksik dan berbahaya bila masuk dalam tubuh manusia. Air minum adalah sumber utama dan paling umum dari paparan arsenik pada manusia. Hubungan itu harus kita waspadai dalam hidup keseharian manusia.

Pasalnya, dalam laporan yang disampaikan Silke Schmidt disebutkan dari 200 juta orang di seluruh dunia secara teratur minum air dengan konsentrasi arsenik melebihi pedoman dari organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu 10 g/l. Kita bisa bayangkan, kondisi itu bagi bayi berada pada risiko khusus jika susu formula dicampur dengan air yang terkontaminasi arsenik.

Ancaman tersebut, bukan untuk menakut-nakuti. Tapi, hal ini harus menjadi perhatian kita semua dengan kondisi di sekitar lingkungan yang kita tinggali. Lebih-lebih secara geologi wilayah Indonesia banyak yang punya peluang.

BACA JUGA:  Daftar Artikel Kesehatan

Secara kejadian geologi alami, proses pelapukan dan erosi alami menyebabkan mineral tertentu dalam batuan akan melepaskan arsenik ke dalam tanah. Proses itu, selanjutnya ia larut menjadi air tanah dan air permukaan.

Waktu Paruh Arsenik

Walaupun, proses geologi itu menjadi penyebab paling banyak kontaminasi arsenik dalam air minum, tapi menurut Nordstrom DK (2002) keberadaan aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara, penambangan, dan peleburan, juga dapat berkontribusi dalam terjadinya kontaminasi arsenik.

Adapun waktu paruh dari arsenik ini, yang khas dalam manusia adalah 4 hari. Tapi, tingkat paparan yang sama bisa bervariasi, yaitu: berkisar dari kurang 30 hingga lebih dari 120 hari. Dan perbedaan jenis kelamin, usia, dan massa otot merupakan pengaruh fisiologis terhadap toksisitas logam tersebut.

Untuk itu, mari kita selamatkan lingkungan, air minum dan manusia dari paparan arsenik sekarang juga! Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan menyelamatkan lingkungan dari bahaya paparan arsenik (Arda Dinata).

_❤oOo❤_

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

error: