Wabah Cacar Monyet
Saran dari WHO dalam menyikapi wabah cacar monyet ini, ialah lakukan identifikasi kasus. Identifikasi kasus tambahan dan penyebaran lebih lanjut di negara-negara yang saat ini melaporkan kasus dan negara anggota lainnya mungkin terjadi kasus serupa. Setiap pasien yang dicurigai cacar monyet harus diselidiki dan jika dikonfirmasi, diisolasi sampai lesinya mengeras, keropengnya terlepas dan lapisan kulit baru terbentuk di bawahnya.
Selanjutnya, negara-negara harus waspada terhadap sinyal yang terkait dengan pasien dengan ruam atipikal yang berkembang secara bertahap. Yakni, makula, papula, vesikel, pustula, koreng, pada tahap perkembangan yang sama di semua area tubuh yang terkena. Bahkan mungkin juga terkait disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, dan nyeri otot.
Orang-orang dengan kondisi seperti itu dapat hadir ke berbagai komunitas dan pengaturan perawatan kesehatan termasuk tetapi tidak terbatas pada perawatan primer, klinik demam, layanan kesehatan seksual, unit penyakit menular, kebidanan dan ginekologi, urologi, departemen darurat dan klinik dermatologi. Untuk itu, perlu meningkatkan kesadaran di antara masyarakat yang berpotensi terkena dampak, serta penyedia layanan kesehatan dan pekerja laboratorium, sangat penting untuk mengidentifikasi dan mencegah kasus sekunder lebih lanjut dan manajemen yang efektif dari wabah saat ini.
Langkah lain yang tidak kalah penting adalah terkait pertimbangan terkait pengawasan dan pelaporan. Langkah pengawasan, tidak lain dengan melakukan surveilans dan investigasi kasus cacar monyet ini.
Tujuan utama surveilans dan investigasi kasus cacar monyet dalam konteks saat ini adalah untuk mengidentifikasi kasus, klaster, dan sumber infeksi dengan cepat. Artinya, bisa sesegera mungkin untuk memberikan perawatan klinis yang optimal, mengisolasi kasus untuk mencegah penularan lebih lanjut, mengidentifikasi dan mengelola kontak. Baru dari sini, kita bisa menyesuaikan metode pengendalian dan pencegahan yang efektif berdasarkan rute penularan yang paling umum diidentifikasi.
Di negara-negara non-endemik, satu kasus dianggap sebagai wabah. Karena risiko kesehatan masyarakat yang terkait dengan satu kasus cacar monyet, dokter harus segera melaporkan kasus yang dicurigai ke otoritas kesehatan masyarakat nasional atau lokal terlepas dari apakah mereka juga mengeksplorasi diagnosis potensial lainnya.
Akhirnya, semoga informasi ini bermanfaat dan memberi kewaspadaan sejak dini. Artinya, ketika ada kasus harus segera dilaporkan, sesuai dengan definisi kasus di atas atau definisi kasus yang disesuaikan secara nasional. Kasus yang mungkin dan dikonfirmasi harus segera dilaporkan ke WHO melalui IHR National Focal Points (NFPs) di bawah Peraturan Kesehatan Internasional (IHR 2005).
Bagaimana menurut Anda? Saya nantikan komentarnya dan silahkan informasi ini disebarkan kepada yang membutuhkan. Salam sehat, bahagia dan sukses selalu. Aamiin.***
❤oOo❤_
Untuk mendapatkan update tentang informasi terbaru dari www.Insanitarian.com, silahkan ikuti kami lewat media sosial di bawah ini:
Instagram: https://www.instagram.com/arda.dinata/
Facebook: https://web.facebook.com/Inspirasiarda
Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:
Silakan share informasi ini agar nilai manfaatnya bisa dirasakan para pembaca lainnya. Oke, saya tunggu juga tanggapannya di kolom komentar ya!
_❤oOo❤_
Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.
_❤oOo❤_
Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:
- Biokimia
- Buku Kesehatan Lingkungan
- Dasar Kesling
- Entomologi
- Hyperkes
- Iklan
- Info Kesehatan
- Inspirasi Sanitarian
- Jurnal Kesehatan Lingkungan
- Kesehatan Lingkungan
- Lingkungan Fisik
- Majalah Inside
- Mikrobiologi
- Opini
- Parasitologi
- Pembuangan Tinja & Air Limbah
- Pengelolaan Sampah
- Pengembangan Profesi
- Penyehatan Air Minum
- Peraturan
- Promkes
- Renungan
- Rumah Sehat
- Sanitasi Makanan
- Sanitasi Rumah Sakit
- Sanitasi Tempat Umum
- Teknologi Tepat Guna
- Vektor dan Binatang Pengganggu
Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di
http://www.produktifmenulis.com,
https://www.miqraindonesia.com/
