Bentuk Pengelolaan Limbah Medis RS

Bentuk pengelolaan limbah medis RS (rumah sakit) perlu diketahui oleh tim pengelola Kesehatan lingkungan di RS agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan dengan baik dan maksimal hasilnya. Yakni RS menjadi aman, terhindari dari penularan aneka penyakit, dan pekerja, pasien, dan pengunjung terlindungi.

Oleh: Arda Dinata

In SANITARIAN – BICARA sampah yang dihasilkan di RS, tentu sesungguhnya kita sedang memotret situasi produksi sampah yang ada dalam lingkungan RS. Terkait ini, langkap pokok pengelolaan sampah itu sesungguhnya adalah mengukur produksi sampah.

Hal itu terkait dalam menentukan jumlah dan volume sarana penyimpanan dan pembuangan sampah RS, seperti pemilihan ukuran incinerator, alat angkutnya, dan komponen pengelolaan sampah lainnya. Termasuk masalah kebutuhan sumber daya manusia petugas pengelola sampah di RS.

Saat ini, diperkirakan produksi sampah domestik, rata-rata adalah 2 kg/pasien/hari. Untuk pengukuran jumlah sampah ini dapat menggunakan ukuran berat atau bisa juga dengan menggunakan ukuran volume.

Keberadaan volume sampah ini diperlukan untuk menentukan ukuran bak dan sarana pengangkutan. Untuk mendapatkan data ini, maka perlu dilakukan survei terlebih dahulu pada RS yang bersangkutan. Intinya, adanya peningkatan produksi sampah RS ini, biasanya karena ada peningkatan penggunaan barang disposable.

Untuk proses pengangkutan sampah di lingkungan RS, pengangkutan dalam ruangan memakai kereta dorong. Sedangkan untuk bangunan yang bertingkat prosesnya dapat dibantu dengan menyediakan cerobong sampah atau lift pada sudut-sudut ruangan.

Keberadaan kereta sampah itu supaya dipisahkan antara sampah medis dan sampah non medis, karena hal ini berkaitan dengan metode pembuangan dan cara pemusnahannya. Untuk itu, dalam strategi pengelolaan sampah RS perlu ditetapkan lebih dahulu prosedur standar pekerjaannya. Sehingga keberadaan prosedur standar pekerjaan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan itu harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat.

BACA JUGA:  Bahan Kimia Dalam Rokok

Secara umum, persyaratan sarana pengangkut sampah di RS diantaranya adalah:

Pertama, sangat disarankan ada kendaraan khusus yang dipakai mengangkut sampah medis dan sejenisnya saja dari timbulan sampah di RS.

Kedua, sarana yang digunakan mudah diangkut dan dibongkar, serta mudah dibersihkan yang dilengkapi alat pengumpul kebocoran.

Ketiga, pada sarana itu harus dipasang tanda atau kode untuk sampah medis/klinis.

Adapun untuk metode pembuangan sampah di RS, tentu harus dilakukan dengan baik dan cermat. Yakni sebagian besar limbah medis/klinis dibuang dengan metode incinerator atau setelah dilakukan sterilisasi (dengan menggunakan outoclave atau pakai bahan kimia hipoklorit/permanganat) dibuang dengan metode sanitary landfill.

Beberapa cara untuk melakukan evaluasi dari keberhasilan pengelolaan sampah di RS ini, yaitu dengan indikator: akumulasi sampah yang tak terangkut; peningkatan populasi lalat; dan adanya keluhan masyarakat, pasien, pengunjung atau dari petugas RS itu sendiri.

Pengelolaan Sampah Medis

Bentuk pengelolaan limbah medis RS (rumah sakit) perlu diketahui oleh tim pengelola Kesehatan lingkungan di RS agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan dengan baik dan maksimal hasilnya. Yakni RS menjadi aman, terhindari dari penularan aneka penyakit, dan pekerja, pasien, dan pengunjung terlindungi.

Secara kategori limbah medis/klinis ini dibagi jadi lima golongan, yaitu:

A Group Member of:
Toko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

error: