Info KesehatanKesehatan LingkunganMikrobiologiPromkes

Bakteri Ramah Kesehatan

Untuk itu, sangat penting untuk melakukan penilaian keamanan ketika probiotik bukan dari genera Lactobacillus atau Bifidobacterium (Leuschner et al., 2010). Selain itu, faktor patogenisitas dan infektivitas, sifat intrinsik serta faktor virulensi yang berhubungan dengan toksisitas dan aktivitas metabolisme mikroorganisme merupakan faktor yang perlu diperhatikan selama proses penilaian keamanan probiotik (Ishibashi and Yamazaki, 2001).

Hal lain yang tidak boleh diabikan ialah terkait banyak faktor yang terlibat dalam adhesi mikroorganisme probiotik ke jaringan inang. Kepadatan sel mikroba, komponen buffer, durasi fermentasi, dan media pertumbuhan berhubungan dengan parameter kultur in vitro sedangkan mikroflora usus, pencernaan, dan matriks makanan disebut kondisi in vivo (Ouwehand and Salminen, 2003), (Forssten, Lahtinen and Ouwehand, 2011).

Probiotik Sebagai “Bakteri Ramah Kesehatan”

Keberadaan probiotik ini, tidak terelakan sebagai bakteri ramah kesehatan, wah asyik nih! Bakteri ramah kesehatan, tidak lain untuk menyebutkan berbagai sifat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti pencegahan penyakit usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, untuk intoleransi laktosa dan keseimbangan mikroba usus, dan lainnya.

Ada beberapa manfaat kesehatan utama yang dikaitkan dengan probiotik termasuk perbaikan mikroflora gastrointestinal, peningkatan sistem kekebalan tubuh, pengurangan kolesterol serum, pencegahan kanker, pengobatan diare terkait iritasi usus, efek antihipertensi serta peningkatan metabolisme laktosa (Saarela et al., 2000), (Nagpal et al., 2012).

Berikut ini, beberapa keramahan probiotik untuk menunjang kesehatan manusia, diantaranya:

  1. Penyakit usus dan sistem kekebalan tubuh. Organisme probiotik memiliki kemampuan untuk mencegah dan atau mengobati gangguan usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti peran L. salivarius yang memperlihatkan kalau probiotik yang diberikan secara oral mampu memberikan efek anti-inflamasi dan mengurangi nekrosis dan kemudian memperbaiki kondisi usus besar (Peran et al., 2005).
  2. Probiotik memiliki efek hipokolesteroemia melalui berbagai mekanisme, seperti aimilasi kolesterol, pengikatan kolesterol ke permukaan sel (Lye, Rahmat-Ali and Liong, 2010), kopresipitasi kolesterol (Zhang et al., 2008), gangguan pembentukan misel untuk penyerapan usus, dan dekonjugasi asam empedu melalui sekresi hidrolase garam empedu (Lambert et al., 2008).
  3. Probiotik telah terbukti memiliki beberapa manfaat baru bagi kesehatan kulit. Studi terbaru menunjukkan bahwa probiotik dapat memperbaiki eksi atopik, penyembuhan luka dan bekas luka, serta membantu peremajaan kulit (Lye et al., 2016).
  4. Meningkatkan kesehatan mulut. Sampai saat ini, temua penelitian menujukkan bahwa probiotik bermanfaat dalam mencegah penyakit mulut, seperti karies gigi, infeksi periodontal, dan halitosis (Cildir et al., 2009), (Shimauchi et al., 2008), (Masdea et al., 2012).
    1. Karies gigi ini berarti proses yang dimediasi oleh bakteri yang ditandai dengan demineralisasi asam pada enamel gigi (Selwitz, Ismail and Pitts, 2007). Pada konteks pencegahan karies gigi inilah, keberadaan probiotik perlu menempel pada permukaan gigi sebagai musuh dari Streptococcus dan Lactobacilli. Artinya, probiotik yang dimasukkan dalam mulut itu dapat menetralkan kondisi asam di mulut dan mencegah demineralisasi enamel (Jensen and Wefel, 1990).
    2. Terkait infeksi periodontal, studi terbaru melaporkan kemampuan flora lactobacilli untuk menghambat pertumbuhan periodontal patogen seperti  P. gingivalis , Prevotella intermedia , dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Laktobasilus oral terisolasi menekan pertumbuhan S. mutans , A. actinomycetemcomitans , P. gingivalis , dan P. intermedia masing-masing hingga 69%, 88%, 82%, dan 65% (Koll-Klais et al., 2005).
    3. Bau tidak sedap dari rongga mulut pada halitosis disebabkan oleh senyawa sulfur volatil yang diproduksi oleh bakteri anaerobik dan mendegradasi protein makanan. Fusobacterium nucleatum, P. gingivitis, P. intermedia , dan T. denticola adalah bakteri yang bertanggung jawab untuk produksi senyawa sulfur volatil. Produksi hidrogen peroksida oleh Weisella cibaria menyebabkan penghambatan pertumbuhan F. nucleatum. Mereka juga menemukan bahwa larutan kumur yang mengandung W. cibaria mengurangi produksi hidrogen sulfida dan methanethiol oleh F. nucleatum (Kang et al., 2006).

Semoga informasi terkait bakteri ramah kesehatan berupa probiotik ini bermanfaat. Salam sehat dan sukses selalu.***

Arda Dinata, pemerhati masalah lingkungan hidup dan penanggug jawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan di Loka Litbangkes Pangandaran.

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

8 komentar pada “Bakteri Ramah Kesehatan

  • Hey! Anyone else tried 6789fccom? Pretty decent site. Fast payouts are always a win in my book. Worth a look.

  • Yo, jiliparkcasino is where it’s at! Got some decent payouts and a good selection of games. Feels legit and the support is responsive. Give them a shot, you might get lucky! Find it at: jiliparkcasino

  • Sic bo, baby! Classic game, always a thrill. Sicbogames.com seems to have it dialed in. If you are a sic bo enjoyer be sure to visit: sic bo.

  • Alright, gotta give props to 85kbet. I haven’t struck gold yet, but the experience is really good. The community feels good and the interface is intuitive!

  • E aí, galera! Descobri o QQ88Asia1 recentemente e tô de olho nos jogos deles. Alguém já experimentou? Queria saber se a experiência é boa antes de colocar minha grana. Dá uma olhada: qq88asia1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: