Info KesehatanKesehatan LingkunganMajalah InsideOpini

Dapatkah Nyamuk Menyebarkan Virus SARS-CoV-2?

Dafatkah nyamuk menyebarkan virus SARS-CoV-2?

Nyamuk telah dikenal sebagai vektor bagi beberapa patogen penyebab penyakit. Serangga ini memasukkan patogen ke dalam tubuh manusia bersamaan dengan aktivitasnya  mengisap darah. Lebih dari setengah juta kematian serta ratusan juta kasus infeksi berat  terjadi setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

Oleh: M. Umar Riandi

Nyamuk telah dikenal sebagai vektor bagi beberapa patogen penyebab penyakit. Serangga ini memasukkan patogen ke dalam tubuh manusia bersamaan dengan aktivitasnya  mengisap darah. Lebih dari setengah juta kematian serta ratusan juta kasus infeksi berat  terjadi setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

Data World Health Organisation (WHO) menyebutkan bahwa hingga Tahun 2018 terdapat jutaan kasus malaria dengan ratusan ribu diantaranya menyebabkan kematian.1 Selain itu, kasus infeksi Virus Dengue yang dilaporkan pun terus naik hingga lebih dari 15 kali lipat dalam waktu dua dekade. 2

Mengapa Beberapa Virus yang Dapat Ditularkan Melalui Nyamuk?

Dafatkah nyamuk menyebarkan virus SARS-CoV-2?

Keberadaan darah bagi nyamuk  sangat penting untuk kelestarian populasinya. Nyamuk betina memerlukan nutrisi yang terkandung dalam darah hewan atau manusia untuk membantu perkembangan telur mereka. Secara alamiah, nyamuk memiliki kebiasaan mengisap darah hewan, seperti burung, babi, sapi, kera dan hewan lainnya. Namun, jika hewan-hewan tersebut tidak tersedia dilingkungannya, nyamuk memenuhi kebutuhan darahnya dengan mengisap darah manusia. 

Virus dan  parasit lainnya memanfaatkan kebutuhan biologis nyamuk ini untuk ikut berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Sehingga, ketika nyamuk mengisap darah hewan atau manusia yang terinfeksi, virus dan parasit lainnya ikut berpindah ke dalam tubuh nyamuk dan kemudian bisa ditularkan ke tubuh hewan atau manusia yang sehat.  Itulah mengapa  terjadi penularan antar manusia, antar hewan dan dapat juga antar hewan dan manusia yang dikenal dengan penyakit zoonosis.

BACA JUGA:  Manajemen Penanggulangan Penyakit Bersumber Nyamuk

Banyak orang akan berpikir jika nyamuk itu seperti “alat suntik terbang” dengan banyak patogen yang terbawa. Alat suntik ini akan mengambil darah orang sakit dan menularkan darah tersebut ke orang sehat. Akan tetapi kenyataannya lebih kompleks dari itu. Ketika nyamuk mengisap darah orang yang terinfeksi virus, virus tersebut akan tersimpan pada usus nyamuk tersebut. Dari situ, virus harus dapat menginfeksi saluran usus, menembus masuk, dan keluar dari saluran usus untuk menginfeksi bagian tubuh nyamuk lainnya. Virus akan menyebar ke bagian kaki, sayap, dan kepala. Terakhir, virus harus menginfeksi kelenjar saliva (ludah) nyamuk sebelum dapat ditularkan oleh nyamuk melalui gigitan selanjutnya.

Proses tersebut dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. Nyamuk harus bertahan hidup lebih lama dari pada proses tersebut sehingga dapat menularkan virus ke orang lain. Inilah hambatan bagi virus dan patogen untuk dapat ditularkan melalui nyamuk.

Dafatkah nyamuk menyebarkan virus SARS-CoV-2?

Nyamuk dapat menularkan beberapa virus termasuk Virus Dengue, Yellow Fever, Chikungunya, Zika, dan Japanese Encephalitis. Selain virus, nyamuk juga dapat menularkan parasit seperti Plasmodium sp. penyebab malaria. Meskipun nyamuk dapat menyebarkan beberapa penyakit, terutama malaria, banyak  ahli mengklaim bahwa nyamuk tidak bisa menyebarkan Covid 19, demikian juga  virus lainnya seperti HIV dan Ebola.  Perbedaannya terletak pada kemampuan virus melakukan replikasi atau memperbanyak diri pada tubuh  nyamuk.

Dalam tubuh nyamuk,  Virus Dengue dapat bereplikasi di dalam tubuhnya. Virus yang masuk ke dalam tubuh nyamuk pada saat menghisap darah penderita akan  masuk ke dalam saluran pencernaan nyamuk. Pada saluran pencernaan bagian tengah (midgut), virus menginfeksi sel epitel usus nyamuk dan bereplikasi pada sel tersebut. Virus hasil replikasi sel epitel midgut akan dilepaskan ke rongga tubuh (hemoceol) dan menyebar ke jaringan tubuh lain melalui peredaran darah tubuh serangga (hemolymph). Akhirnya, virus akan sampai ke kelenjar ludah (saliva).  Pada saat posisi virus sudah di kelenjar ludah, sifat virus sudah infektif  dan dapat menginfeksi manusia sehat pada saat nyamuk menghisap darahnya.(3)

BACA JUGA:  Konflik Pengelolaan Lingkungan

Bagaimana dengan Virus Corona?

Dafatkah nyamuk menyebarkan virus SARS-CoV-2?

Lantas apakah nyamuk juga bisa menularkan penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2?  Seperti yang kita ketahui bahwa virus penyebab Covid-19 yaitu SARS-CoV-2 berada dalam darah manusia. Lantas, jika nyamuk mengisap darah manusia positif Covid-19, dapatkah nyamuk menularkan virus tersebut ke orang lain? Virus Corona menyebar terutama melalui droplet dari manusia terinfeksi ketika bersin dan batuk dan juga melalui benda atau permukaan yang terkontaminasi. Meskipun Virus Corona dapat ditemukan pada sampel darah pasien terinfeksi, namun tidak terdapat bukti yang menyatakan jika virus tersebut ditularkan melalui nyamuk.

admin

www.insanitarian.com adalah Situs Nasional Seputar Dunia Kesehatan, Hygiene, Sanitasi, dan Kesehatan Lingkungan (Sumber Inspirasi & Referensi Dunia Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Entomologi, Mikrobiologi Kesehatan, dll.) yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House. Redaksi dengan senang hati menerima kiriman tulisan ilmiah dengan gaya penulisan secara populer. Panjang tulisan antara 8.000 -10.000 karakter.

One thought on “Dapatkah Nyamuk Menyebarkan Virus SARS-CoV-2?

Tinggalkan Balasan

error: