EntomologiInfo KesehatanVektor dan Binatang Pengganggu

Nyamuk dan Vektor Penyakit di Indonesia

Penyebaran malaria pada awalnya dilaporkan hanya terbatas di wilayah Kota Batavia sebelah utara, di sekitar pantai dengan nyamuk diduga vektor, yaitu Anopheles sundaicus (van der Brug, 1997).

Sampai saat ini nyamuk Anopheles yang telah dikonfirmasi sebagai vektor malaria di Indonesia adalah: An. aconitus, An. balabacensis, An. bancrofti, An. barbirostris, An. barbumbrosus, An. farauti, An. flavirostris, An. karwari, An. kochi, An. koliensis, An. leucosphyrus, An. maculatus, An. nigerrimus, An. parangensis, An. punctulatus, An. sinensis, An. subpictus,An. sundaicus, An. tesselatus, An. vagus, An. annularis, An. letifer, An. koliensis An. umbrosus, An. minimus (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2008).

Filariasis limfatik

Filariasis limfatik atau disebut elephantiasis (penyakit kaki gajah) termasuk neglected disease (penyakit yang terabaikan). Infeksi terjadi ketika cacing filaria ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk.

Cacing parasit filaria termasuk dalam kelas Nematoda, famili Filaroidea. Terdapat tiga jenis cacing penyebab filaria di Indonesia yaitu Wuchereria brancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori.

Larva cacing yang disebut mikrofilaria dapat berkembang dan menginfeksi tubuh manusia melalui gigitan nyamuk vektor. Cacing dewasa hidup di saluran getah bening menyebabkan kerusakan saluran, sehingga mengakibatkan aliran cairan getah bening tersumbat dan terjadi pembengkakan (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2010).

Nyamuk yang telah terbukti berperan sebagai vektor filariasis limfatik di Indonesia genus Anopheles, Culex, Aedes, Armigeres, dan Mansonia (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2010).

Filariasis limfatik di Indonesia sudah ditemukan sejak tahun 1889 di Jakarta. Rapid mapping klinis kronis filariasis tahun 2000 menunjukkan bahwa daerah dengan kasus tertinggi adalah DI Aceh dan Nusa Tenggara Timur. Studi tentang endemisitas filariasis telah dilakukan di Kabupaten Flores Timur (Barodji et al., 1998), Sulawesi (Partono et al., 1974), Kalimantan (Sudomo, 2008), dan Sumatera (Suzuki et al., 1981).

Endemisitas filariasis ditentukan dengan melakukan survei darah jari penduduk. Hasil survei hingga tahun 2008, daerah endemis filariasis dilaporkan 335 dari 495 (67,0%) kabupaten/kota di Indonesia, 3 kabupaten/kota tidak endemis (0,6%), dan 176 kabupaten/kota belum dilakukan survei endemisitas filariasis (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2010).

Semoga informasi terkait nyamuk dan vektor penyakit di Indonesia ini bermanfaat. Salam sehat dan sukses selalu. Aamiin. (AD/Sumber: Rikhus Vektora 2018).

Arda Dinata adalah Sanitarian di Loka Litbangkes Pangandaran

❤oOo❤_

Untuk mendapatkan update tentang informasi terbaru dari www.Insanitarian.com, silahkan ikuti kami lewat media sosial di bawah ini:

Instagram: https://www.instagram.com/arda.dinata/

Facebook: https://web.facebook.com/Inspirasiarda

Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di  https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Silakan share informasi ini agar nilai manfaatnya bisa dirasakan para pembaca lainnya. Oke, saya tunggu juga tanggapannya di kolom komentar ya!

_❤oOo❤_

Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:

Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

17 komentar pada “Nyamuk dan Vektor Penyakit di Indonesia

  • Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

  • Okay, so Diuwincolourtrading is something I stumbled upon. Colour trading? Sounds interesting. I’d probably proceed with caution and do your research, but hey, maybe it’s your thing. Learn more: diuwincolourtrading

  • Alright fam, anyone having trouble getting in? Saw this p898login. Might be the golden ticket. Worth a shot, eh?

  • Just spent a little time on 70bet2. It’s a pretty chilled-out vibe. If you are into the betting scene, you should visit our website now 70bet2! See whether you can win!

  • Logging in to 98alogin was a breeze, man. No hassle, straight to the point. Exactly what you want when you just wanna get in there. Get logged in: 98alogin

  • Hey 123win58, what’s the scoop? Got some good games and promos going on? I’m always looking for a new spot to try my luck. Give me a reason to sign up! Play now at: 123win58

  • I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

  • PHJLPH, astig to! Kaya pala PHJLPH ang pangalan, panalo ang payouts! Sulit ang bawat spin. Punta na kayo dito! phjlph

  • TG777Slot is my go-to! Super smooth gameplay and the bonuses are lit! Sulit talaga! Check it out here: tg777slot

  • Sarap mag chill and play on OkPlayApp! Easy to use and daming games to choose from. Been winning little by little. Try it out: okplayapp

  • My husband and i have been quite more than happy Jordan managed to do his researching from the precious recommendations he got using your web page. It’s not at all simplistic to just happen to be making a gift of secrets and techniques the others might have been making money from. And we all understand we now have the website owner to thank because of that. Most of the explanations you’ve made, the easy site menu, the relationships you make it easier to engender – it’s all spectacular, and it’s really making our son in addition to us believe that this subject matter is excellent, which is highly important. Thanks for all!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: