BiokimiaInfo KesehatanOpiniSanitasi Makanan

Reaksi Biokimiawi Tubuh Saat Puasa

Pokoknya, aktivitas puasa yang sesuai dengan aturan Islam, sungguh benar-benar dapat menjadi terapi terbaik untuk mencapai derajat kesehatan tubuh seseorang. Saat ini, aktivitas puasa telah diterima dan diakui sebagai bentuk terapi paling tua yang dikenal dalam sejarah peradaban manusia.

Dalam hal ini, Paul C. Bragg, ND.,Ph.D., mengungkapkan kalau puasa itu menjadikan tubuh kita beristirahat secara psikologis dan menyebabkan tubuh kita efektif seratus persen dalam proses penyembuhan. Berpuasa dengan cara dan teknik yang tepat bisa jadi merupakan cara memulihkan kesehatan yang paling cepat dan paling aman, yang pernah dilakukan manusia.

Paul C.Bragg ini hampir selama hidupnya, meneliti puasa dari segi sains, telah mengawasi dan memeriksa ribuan orang yang berpuasa. Ia memperoleh hasil yang menakjubkan bahwa tubuh dapat bekerja sendiri dalam periode tanpa makanan sama sekali. Aktivitas puasa memberikan waktu istirahat dan pemulihan diri bagi sel-sel organ internal tubuh yang selama ini telah bekerja keras dan berlebihan.

Lebih dari itu, puasa ini dapat memicu kekuatan dan vitalitas di dalam tubuh untuk membersihkan endapan-endapan racun yang tersimpan dalam tubuh kita bertahun-tahun. Karena puasa mengembangkan tenaga vital kita kepada tingkat efesiensi yang paling tinggi, maka puasa juga dapat mendorong penghancuran tumpukan zat-zat kimia dan pencemar tubuh lainnya, yang tak bisa dibersihkan dari tubuh kita.

Jelasnya, dengan aktivitas puasa, kita mempertajam dan mengasah mental kita. Puasa meningkatkan organ pencernaan, organ pengasimilasian, dan organ penghancur makanan kita, yang kita ketahui sebagai laboratorium kimia dari tubuh manusia, dan termasuk yang banyak diforsir, maka selama puasa ia akan mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan tenaga dan memulihkan dirinya. Akhirnya, setelah aktivitas puasa menjadikan kerja hati kita akan jauh lebih efesien. Inilah jiwa yang suci sebagai pendorong prestatif seseorang.

Berdasarkan bahasan tentang reaksi biokimiawi tubuh saat puasa di atas. Maka, tak ada satu pun proses terapi yang dapat memenuhi kebutuhan perbaikan akan kesehatan yang prima selain dengan aktivitas berpuasa –lebih-lebih puasa di bulan Ramadan yang diisi amalan-amalan prestatif–. Pantas saja, Rasulullah Saw bersabda, “Berpuasalah, niscaya kamu sehat.”*** 

(Arda Dinata, praktisi kesehatan dan aktif di Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam/MIQRA).***

_❤oOo❤_

Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

_❤oOo❤_

Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:

Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di  https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

3 komentar pada “Reaksi Biokimiawi Tubuh Saat Puasa

  • Erni Farida

    betul, puasa itu menyehatkan

  • Siip… moga sehat, bahagia dan berkah selalu aamiin. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga produktif selalu. Aamiin…

  • Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: