Mengatasi Krisis Air Bersih dengan Pembentukan Kampung Iklim dan Model Desa Konservasi di Jawa Barat
Desa konservasi adalah sebuah pendekatan model konservasi yang memberi peluang pada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi untuk terlibat aktif dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi. Model ini memberi peluang kepada masyarakat untuk mendapat akses yang aman untuk pemanfaatan kawasan sehingga dapat menjamin komitmen jangka panjang untuk mendukung konservasi kawasan hutan. Model akses pemanfaatan ini berbeda-beda dari satu kawasan ke kawasan lain tergantung pada kesepakatan dengan pihak yang berwenang dalam pengelolaan kawasan (Soemarno, 2011).
Berikut ini ada beberapa model desa konservasi yang dilakukan masyarakat Jawa Barat, diantaranya yaitu:
A. Model Desa Konservasi Berbasis Rehabilitasi Hutan & Lahan Partisipatif
Model ini diterapkan di Desa Sukatani di Kabupaten Cianjur terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TnGP). Sekitar 11.057 jiwa memadati desa seluas 35.770 hektar. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh tani dan pekerja, sebagian kecil adalah petani pemilik lahan dan pedagang. Dari 25,5 hektar lahan desa, hampir separohnya adalah hutan.
Komoditas utama desa ini adalah sayuran seperti wortel, bawang daun, brokoli, kubis dan cabe. Selain itu, masyarakat juga berternak ayam, kambing dan sapi. Dari sisi pendidikan, lebih dari 50% penduduk Desa Sukatani pernah atau menamatkan pendidikan dasar, 10,43% yang pernah sekolah hingga tingkat menengah dan hanya 2% yang melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Model desa konservasi dengan fokus pada rehabilitasi hutan dan lahan partisipatif di Desa Sukatani adalah upaya untuk mengurangi tekanan laju pertumbuhan penduduk terhadap sumber daya alam di kawasan TnGP seperti luasan hutan berkurang, mata air berkurang, tanah longsor serta lemahnya kemampuan ekonomi masyarakat.
Kelompok Tani Puspa lestari adalah sebuah kelembagaan lokal yang dibentuk oleh para penggarap lahan milik bekas Program PhBm Perum Perhutani 2006 untuk memperbaiki kondisi lahan dan hutan kritis di daerah penyangga kawasan TnGP dan DaS Cikundul. Selama 2006-2008, desa model konservasi Sukatani bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Cianjur dan Propinsi Jawa Barat berhasil melakukan:
- Rehabilitasi hutan dan lahan kritis seluas 10 hektar di wilayah perluasan Kawasan TnGP;
- Rehabilitasi hutan dan lahan kritis seluas 50 hektar;
- Membuat persemaian untuk 5.000 bibit pohon endemik;
- Menanam 16,000 pohon di seluruh desa;
- Pengembangan budidaya jamur, tanaman hias dan ternak kelinci;
- Kampanye lingkungan dan pengembangan pembiayaan alternatif bagi program RhlP kepada pendaki Gunung Gede-Pangrango; dan
- Penguatan kapasitas kelompok.
B. Model Desa Konservasi Berbasis Pengembangan Ekonomi
Model ini diterapkan pada Desa Kebon Peteuy di Kabupaten Cianjur terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Gede-Pangrango (TnGP). Sekitar 7.472 jiwa mendiami desa seluas 1.018,250 hektar. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan buruh tani. luasan hutan di Kebon Peteuy adalah 199 hektar, sedangkan lahan desa hanya 141 hektar.
Para petani Kebon Peteuy sebagian besar bertanam tomat, buncis, cabe dan singkong. Ternak unggas dan domba mendominasi usaha ternak Kebon Peteuy. namun, pendapatan bulanan petani dan buruh tani hanya berkisar Rp. 300.000 per bulan. Separoh jumlah penduduk desa ini hanya tamat SD, sebagian kecil sekolah hingga tingkat menengah dan yang melanjutkan ke pendidikan tinggi kurang dari 0,5%.
Model desa konservasi dengan fokus pada rehabilitasi hutan dan lahan partisipatif di Desa Kebon Peteuy berupaya mengurangi tekanan laju pertumbuhan penduduk terhadap sumber daya alam di kawasan TnGP seperti hutan gundul, kekeringan, tanah longsor dan tidak subur, sulit mencari mata pencaharian serta meningkatnya angka kemiskinan. Forum masyarakat peduli lingkungan (maRPElIn) adalah organisasi lokal yang mengembangkan model desa konservasi di Kebon Peteuy.
Selama 2006-2008, berkat dukungan para pemangku kepentingan di Kabupaten Cianjur dan Propinsi Jawa Barat, maRPElIn berhasil melakukan:
- Rehabilitasi hutan dan lahan kritis seluas 10 hektar di wilayah perluasan Kawasan TnGP;
- Pengembangan persemaian pohon endemik dan tanaman mPTS;
- Budidaya jamur sebanyak 1.000 log;
- Budidaya stekes teh sepanjang 200 meter;
- Peternakan domba sebanyak 15 ekor;
- Pembuatan irigasi desa sepanjang 200 meter;
- Perbaikan jalan lintas desa dan jalan dusun sepanjang 800 meter; dan
- Penyediaansarana air bersih sepanjang 500 meter.
C. Model Desa Konservasi: 98 Hektar Lahan Untuk Mata Air Batu Karut
Model ini diterapkan oleh warga Desa Cisarua di Kabupaten Sukabumi terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TnGGP). Sekitar 6.940 jiwa tinggal di desa seluas 767.448 hektar, yang separohnya adalah tanah ladang. Sebagian besar penduduk Cisarua adalah buruh tani. Komoditas utama desa ini adalah jagung, cabe dan singkong serta rumput untuk pakan ternak sapi.
Model desa konservasi dengan fokus pada rehabilitasi lahan daerah tangkapan air beberapa sub DAS Cimuncang-Cimandiri hulu dan perlindungan mata air Batu Karut di Cisarua. Kegiatan ini berupaya mengurangi tekanan penduduk terhadap sumber daya air di kawasan TnGGP seperti alih guna lahan tangkapan air menjadi lahan pertanian satu musim dan penggunaan lahan yang bermasalah karena 90% lahan sudah dibeli orang dari luar desa.
Saat ini, untuk mengembalikan fungsi daerah tangkapan air di Cisarua, maka warga Cisarua yang tergabung dalam Kelompok Tani Kencana Wangi melakukan sekolah lapangan dalam upaya menindaklanjuti hal-hal berikut:
- Kelompok Tani Kencana Wangi menjadi motor penggerak rehabilitasi lahan; (2) Penyediaan lahan seluas total 98 hektar dari berbagai pihak di Cisarua untuk rehabilitasi lahan;
- Penyediaan 20.000 bibit pohon untuk rehabilitasi lahan; dan
- Pembuatan kesepakatan dan peraturan desa.
D. Model Desa Konservasi: Desa Wisata Untuk Pengembangan Ekonomi
Model ini diaplikasikan pada Desa Cinagara di Kabupaten Sukabumi yang terletak di kawasan penyangga budidaya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TnGGP). Sekitar 9.438 jiwa tinggal di lahan seluas 497 hektar. Sebagian besar masyarakat desa ini adalah buruh tani dan wiraswasta. Selain itu, mereka juga memelihara ikan air tawar. Para petani banyak menanam buncis dan berternak domba untuk tambahannya.
Model desa konservasi dengan fokus pada pengembangan budidaya ikan air deras dan pengembangan air terjun Cikaracak di Kampung Cibeling sebagai daerah wisata yang menarik. Upaya ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan penduduk terhadap sumber daya alam di kawasan TnGGP seperti berkurangnya hutan dan volume air serta berkurangnya pendapatan rata-rata warga setempat.
Saat ini, agar kelestarian hutan sejalan dengan perbaikan ekonomi, maka warga Cinagara yang tergabung dalam Kelompok Tani Sari Mekar berusaha menindaklanjuti hal-hal berikut:
- Rehabilitasi dan konservasi lahan melalui persemaian, penanaman, perawatan dan pola tanam ramah lingkungan;
- Pelatihan pembuatan pupuk organik;
- Budidaya ikan dan tanaman buah produktif dan organik;
- Peternakan kelinci dan domba;
- Perbaikan sarana air bersih dan sanitasi serta saluran pembuangan air; dan
- Pengembangan wisata alam air Terjun Cikaracak.
E. Model Desa Konservasi Melalui Penanaman Pohon Endemik
Model ini diterapkan pada Desa Cihanyawar Kabupaten Sukabumi yang terletak di kawasan penyangga budi daya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TnGGP).
Sekitar 4.779 jiwa tinggal di desa seluas 934 hektar. Sekitar 40% dari luas desa adalah lahan perkebunan, yang menjadi sumber kehidupan bagi 50% petani dan buruh tani setempat.
Komoditas utama desa ini adalah ubi jalar, talas, singkong, serta sayuran. Banyak warga Cihanyawar juga hidup dari ternak unggas, kambing dan domba. Namun, hanya 14% dari penduduk setempat yang menikmati pendidikan dasar dan kurang dari 2% meneruskan pendidikan ke tingkat menengah dan tinggi.
Model desa konservasi dengan fokus pada rehabilitasi lahan menggunakan pohon endemik seperti Rasamala dan Puspa serta budidaya tanaman obat adalah upaya mengurangi tekanan penduduk terhadap sumber daya lahan dan hutan di kawasan TnGGP, seperti hutan gundul, volume air berkurang, tanah tidak subur, erosi, serta tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.
Saat ini, agar kelestarian hutan sejalan dengan perbaikan ekonomi mereka, maka warga di Desa Cihanyawar yang tergabung dalam kelompok tani Cilondondong Jaya berupaya menindaklanjuti hal-hal berikut:
- Rehabilitasi lahan seluas 30 hektar di lahan perluasan TnGGP dengan 15.000 pohon Rasamala, Puspa dan Manglit;
- Kesepakatan antara TnGGP dan Cilondondong Jaya untuk menggarap lahan di kawasan TnGGP selama 3 tahun;
- Komitmen untuk mengembangkan usaha ternak kambing; dan
- Budidaya tanaman obat Kumis Kucing.
F. Model Desa Konservasi Melalui Rehabilitasi Lahan dan Pengembangan Ekonomi
Model ini diterapkan pada Desa Purwabakti di Kabupaten Bogor yang terletak di kawasan penyangga budidaya Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TnGhS). Sekitar 9.000 jiwa tinggal di lahan seluas 600. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani di kawasan TnGhS. Sekitar 280 hektar lahan taman nasional tersebut dipakai warga untuk bercocok tanam durian dan alpukat serta rimpang kapulaga.
Model desa konservasi ini dengan fokus pada rehabilitasi lahan menggunakan pohon endemik adalah upaya mengurangi tekanan penduduk terhadap sumber daya lahan dan hutan di kawasan TnGhS, seperti pembakaran hutan, volume mata air berkurang dan lahan garapan makin sempit.
Saat ini, warga Purwabakti yang sudah mengikuti kegiatan sekolah lapangan membentuk kelompok tani hutan lestari alam yang memiliki beberapa rencana aksi untuk melestarikan alam dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka, yaitu:
(1) Merehabilitasi lahan kritis menggunakan pohon endemik;
(2) Budidaya lele, ternak kelinci dan domba; dan
(3) Menanam pohon Sengon di luar kawasan TnGhS.
Kesimpulan
Berdasarkan paparan tentang mengatasi krisis air bersih dengan pembentukan kampung iklim dan model desa konservasi di Jawa Barat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
- Perubahan iklim berpengaruh pada kondisi kekurangan air bersih. Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, yaitu: kenaikan temperatur yang tidak terlalu tinggi; curah hujan yang lebih tinggi; kenaikan permukaan air laut; ketahanan pangan; pengaruh pada keanekaragaman bahari; dan peningkatan berjangkitnya penyakit yang dibawa air dan vektor.
- Lewat pendekatan kampung iklim, masyarakat melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkesinambungan. Beberapa kegiatan dalam adaptasi perubahan iklim di Jawa Barat, yaitu: Pengendalian kekeringan, banjir dan longsor; Peningkatan ketahanan pangan; Penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut; Pengendalian penyakit terkait iklim.
- Lewat penciptaan desa konservasi, sebuah pendekatan model konservasi yang memberi peluang kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi untuk terlibat aktif dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi. Beberapa model desa konservasi yang dilakukan masyarakat Jawa Barat, yaitu berbasis pada: Rehabilitasi hutan & lahan partisipatif; Pengembangan ekonomi; 98 hektar lahan untuk mata air; Desa wisata untuk pengembangan ekonomi; Penanaman pohon endemik: dan Rehabilitasi lahan dan pengembangan ekonomi.***
Daftar Pustaka
BadanLitbangkes. (2008). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007. Depkes RI.
BadanLitbangkes. (2011). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Depkes RI.
BadanLitbangkes. (2014). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta: Depkes RI.
Bappenas. (2013). Perubahan Iklim dan Dampaknya di Indonesia. Jakarta: Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API).
Dunia, Bank. (30 November 2016). Adaptasi Perubahan Iklim. Jakarta: Policy Brief: Berinvestasi untuk Indonesia yang Lebih Berkelanjutan.
Hadi Suyono. (n.d.). Deteksi Kecenderungan Perubahan Iklim Dengan Menggunakan Indeks Curah Hujan di Jawa Barat. Bandung: Pusat Iklim dan Kualitas Udara.
IPCC. (2007). Climate Change 2007: Synthesis Report. Contribution of Working Group I, II, and III to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. New York: Cambridge University Press.
Kurniadi, S. (2013). Pelaksanaan Program Kampung Iklim di Jawa Barat. Penyusun Bahan Adaptasi Perubahan Iklim. Purwakarta: BPLHD Provinsi Jawa Barat.
Patz, J. (2001). Chapter 15: Potential consequences of climate variability and change for human health in the United States. Dalam U. N. Team, In: Climate change impacts on the United States: the potential consequences of climate variability and change foundation repor. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
Pokja AMPL-Sanitasi. (2014). Pembangunan Saniatasi Provinsi Jawa Barat. Bandung.
Prof. H. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D., (t.thn.). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan. Surabaya: Uninersitas Airlangga. Diakses tanggal 30 November 2016, dari http://slideplayer.info/slide/3728838/
Soemarno. (2011). Model Desa Konservasi. PSLP-PPSUB.
Suriadi, A. (2010). Perubahan Iklim Dan Ketahanan Pangan di Jawa Barat. Volume 12 No.1 Juni 2010, hal. 48-56.
Arda Dinata adalah Sanitarian di Loka Litbangkes Pangandaran
*Ini contoh Makalah Kesehatan Lingkungan yang dipublikasikan dalam PROSIDING SIMPOSIUM PRODI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT: “Protecting Population from Disastrous Outbreak: Lesson Learned from Investigating and Managing Recent Public Health Cases”.
❤oOo❤_
Untuk mendapatkan update tentang informasi terbaru dari www.Insanitarian.com, silahkan ikuti kami lewat media sosial di bawah ini:
Instagram: https://www.instagram.com/arda.dinata/
Facebook: https://web.facebook.com/Inspirasiarda
Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:
Silakan share informasi ini agar nilai manfaatnya bisa dirasakan para pembaca lainnya. Oke, saya tunggu juga tanggapannya di kolom komentar ya!
_❤oOo❤_
Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.
_❤oOo❤_
Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:
- Biokimia
- Buku Kesehatan Lingkungan
- Dasar Kesling
- Entomologi
- Hyperkes
- Iklan
- Info Kesehatan
- Inspirasi Sanitarian
- Jurnal Kesehatan Lingkungan
- Kesehatan Lingkungan
- Lingkungan Fisik
- Majalah Inside
- Mikrobiologi
- Opini
- Parasitologi
- Pembuangan Tinja & Air Limbah
- Pengelolaan Sampah
- Pengembangan Profesi
- Penyehatan Air Minum
- Peraturan
- Promkes
- Renungan
- Rumah Sehat
- Sanitasi Makanan
- Sanitasi Rumah Sakit
- Sanitasi Tempat Umum
- Teknologi Tepat Guna
- Vektor dan Binatang Pengganggu
Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di
http://www.produktifmenulis.com,
https://www.miqraindonesia.com/

ArenaPlusPC might be my new spot for esports betting! The game selection seems diverse. Gonna explore it for myself. Check it out yourself! Play here here: arenapluspc
32win12… I’m always skeptical of these names, are they trying to be lucky number themed? Anyways, has anyone actually won anything significant from them? Enquiring minds want to know before dipping in! Give 32win12 a look.
Just tried my luck on win8bet and had a decent run! The platform’s pretty smooth and easy to navigate. Seems like a solid place to place a bet, you know? Check it out for yourself: win8bet
Lottery 92? Sounds interesting! I might try my luck. Check their website lottery 92.
133betcassino, alright! Hoping for a wide variety of games and good bonuses. Let’s see if they live up to the hype. Feeling lucky? You can join me here: 133betcassino
Was hesitant to try loab52.com at first, but glad I did. The community is active, and the games are fun. A good place to waste a bit of time I’ll be honest. Have a look right here loab52.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
[5256]panalo99 login|panalo99 app|panalo99 register|panalo99 slots|panalo99 download Experience the ultimate online gaming at Panalo99, the premier casino platform in the Philippines. Complete your Panalo99 register today to access a wide variety of exciting Panalo99 slots and exclusive rewards. Enjoy a seamless Panalo99 login experience on desktop or mobile. For gaming on the go, the Panalo99 app is available—start your Panalo99 download now and win anytime, anywhere! visit: panalo99
Alright folks, 538bet2 is another one for the sports betting fans. I like to place my bets here. Be careful and only bet what you can afford to lose. Give it a look if you’re interested: 538bet2
566jl… I stumbled across this site the other day. Not sure exactly what it’s all about, but it seemed legit. Maybe you’ll find something useful there. Here’s the link: 566jl
Heads up, sports fans! 765betcom is another option worth checking out if you enjoy placing some wagers on your favorite games. Remember to gamble responsibly! Take a peek: 765betcom
Just hopped onto PH366Login. Login was a breeze. Worth a shot, maybe you’ll find your next favourite thing. Check out the quick login here ph366login.
Alright, so I stumbled upon 252winbet and I’m kinda digging it. The interface is clean and they have a good selection of games. What do you guys think? Have a look: 252winbet.
Downloaded the 82betapp the other day and honestly, it’s pretty smooth! Easy to navigate and place bets on the go. Worth the download if you ask me! Get it here: 82betapp.
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.