Info KesehatanOpiniPromkes

Hikmah Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Pendidikan

Wabah Corona membuat banyak perubahan dalam segi kehidupan. Anak-anak sekolah mulai menerapkan belajar jarak jauh. Mau tidak mau mereka harus membiasakan belajar mandiri. Tak ada lagi guru di muka mereka. Di lain pihak, banyak lembaga-lembaga yang menawarkan banyak pembelajaran baru melalui daring. Gratis lagi! Tinggal memilih topik apa yang sesuai dengan minat kita. Pas waktunya tinggal hadir dalam kelas daring lewat tautan yang sudah dibagikan.8

Pada konteks ini, ada hikmah dari penggunaan media (handphone atau gadget), yaitu terkontrol untuk kebutuhan belajar anak. Sementara itu, pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Lagi pula, bukankah orang tua merupakan pihak pertama yang bertanggungjawab dalam pendidikan anak?

Arti lainnya, dengan kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan mempercepat guru dan siswa untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.6

Apalagi, saat ini, dunia telah memasuki era revolusi industri generasi 4.0 yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi serta perkembangan sistem digital, kecerdasan artifisial, dan virtual. Dengan semakin konvergenya batas antar manusia, mesin dan sumber daya lainnya, teknologi informasi dan komunkasi tentu berimbas pada berbagai sektor kehidupan, termasuk berdampak terhadap sistem pendidikan di Indonesia.9

Dalam hal ini, menurut Aziz Hussin (2018), ada sembilan jenis pembelajaran terkait pendidikan pada era industri 4.0 yang bisa dilakukan dunia pendidikan, yaitu:10 (1) Belajar dapat dilakukan kapan saja, di mana saja. Pembelajaran online menawarkan peluang besar untuk pembelajaran jarak jauh dan mandiri. (2) Pembelajaran akan disesuaikan untuk setiap siswa. (3) Siswa memiliki pilihan dalam menentukan bagaimana mereka ingin belajar. (4) Siswa akan belajar lebih banyak berdasarkan proyek. Melalui proyek, siswa akan bekerja dalam tim. (5) Siswa akan belajar lebih langsung melalui pengalaman lapangan seperti magang, proyek mentoring, dan proyek kolaborasi.

BACA JUGA:  Bungkus dan Kretek: Selintas Tradisi dan Budaya Tembakau di Nusantara

(6) Siswa akan dihadapkan dengan interpretasi data di mana mereka diminta untuk menerapkan pengetahuan teori pada angka dan menggunakan keterampilan penalaran mereka untuk membuat kesimpulan berdasarkan logika dan tren dari kumpulan data yang diberikan. (7) Siswa akan dinilai secara berbeda. (8) Pendapat siswa akan dipertimbangkan dalam merancang dan memperbarui kurikulum. (9) Siswa akan menjadi lebih mandiri dalam belajar dan guru sebagai fasilitator yang akan membimbing siswa.

Lebih jauh, hikmah yang didapat setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal ini, guru lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan guru melalui video kreatif itu. Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki.6

Di sini, terkait kebijkan dunia pendidikan dalam menghadapi pandemi Covid-19, paling tidak hikmah bagi siswa dan guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran online. Di era disrupsi (perubahan) teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Tepatnya, dalam bahasa Delipiter Lase (2019), era revolusi industri 4.0 telah mengubah cara berpikir tentang pendidikan. Perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, tetapi jauh lebih penting adalah perubahan dalam prespektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan siswa dalam dimensi pedagogik, ketrampilan hidup, kemapuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis & kreatif.9

BACA JUGA:  Ekstra Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD

Pada akhirnya, walaupun dunia pendidikan di Indonesia saat ini ikut terdampak dengan adanya pandemi covid-19 berupa kebijakan melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, tentu hal tersebut tidak mengurangi akan keberlangsungan kegiatan proses belajar mengajar. Lagi pula, menurut Surono (2020), manusia memang makhluk pembelajar yang dinamis. Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini tak menyurutkan niat untuk belajar itu.8 Dalam hal ini, John Thomas Grinder, Jr., co-creator Neuro-linguistic programming (NLP) berujar, “Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan tidak pernah berhenti mengajar.”

Untuk itu, hikmah dampak pandemi COVID-19 terhadap pendidikan itu patut kita tafakuri.

Daftar Pustaka

1. Pratomo IP. PHBS, Isolasi Diri, dan Social Distancing Efektif Cegah COVID-19. www.antaranews.com. https://www.antaranews.com/berita/1368366/phbs-isolasi-diri-dan-social-distancing-efektif-cegah-covid-19. Published March 19, 2020.

2. Kemendikbud. Sikapi COVID-19, Kemendikbud Terbitkan Dua Surat Edaran. ww.kemdikbud.go.id. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/sikapi-covid19-kemendikbud-terbitkan-dua-surat-edaran. Published 2020. Accessed May 12, 2020.

3. Kemendikbud. Mendikbud Terbitkan SE tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19. www.kemdikbud.go.id. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/mendikbud-terbitkan-se-tentang-pelaksanaan-pendidikan-dalam-masa-darurat-covid19. Published 2020. Accessed May 12, 2020.

4. Kemendikbud. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan COVID-19 Pada Satuan Pendidikan. Republik Indonesia; 2020.

5. Kemendikbud. Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Republik Indonesia; 2020.

6. Puspitasari R. Hikmah Pandemi Covid-19 Bagi Pendidikan Di Indonesia. https://iain-surakarta.ac.id. https://iain-surakarta.ac.id/hikmah-pandemi-covid-19-bagi-pendidikan-di-indonesia/. Published 2020. Accessed May 12, 2020.

7. Nuryana AN. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan. https://kabar-priangan.com. https://kabar-priangan.com/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-pendidikan/. Published 2020. Accessed May 12, 2020.

8. Surono YA. Belajar. Maj Intisari. 2020:114.

9. Lase D. Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. SUNDERMANN J Ilm Teol Pendidikan, Sains, Hum dan Kebud. 2019;1(1):28-43. doi:10.36588/sundermann.v1i1.18

10.  Aziz Hussin A. Education 4.0 Made Simple: Ideas For Teaching. Int J Educ Lit Stud. 2018;6(3):92. doi:10.7575/aiac.ijels.v.6n.3p.92

BACA JUGA:  Faktor Risiko Malaria (Catatan Hari Malaria Sedunia)

❤oOo❤_

Untuk mendapatkan update tentang informasi terbaru dari www.Insanitarian.com, silahkan ikuti kami lewat media sosial di bawah ini:

Instagram: https://www.instagram.com/arda.dinata/

Facebook: https://web.facebook.com/Inspirasiarda

Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di  https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Silakan share informasi ini agar nilai manfaatnya bisa dirasakan para pembaca lainnya. Oke, saya tunggu juga tanggapannya di kolom komentar ya!

_❤oOo❤_

Mau jadi penulis kolomnis tetap di InSanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Silahkan hubungin dan klik whatsApp di bawah ini untuk mengirimkan tulisannya.

Kami tunggu ya dan salam sehat sukses selalu.

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

_❤oOo❤_

admin

www.insanitarian.com adalah Situs Nasional Seputar Dunia Kesehatan, Hygiene, Sanitasi, dan Kesehatan Lingkungan (Sumber Inspirasi & Referensi Dunia Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Entomologi, Mikrobiologi Kesehatan, dll.) yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House. Redaksi dengan senang hati menerima kiriman tulisan ilmiah dengan gaya penulisan secara populer. Panjang tulisan antara 8.000 -10.000 karakter.

Tinggalkan Balasan

error: