Inspirasi SanitarianOpiniPengembangan Profesi

Inilah Kemampuan Bidang Kerja Lulusan Kesehatan Lingkungan

Inilah kemampuan bidang kerja lulusan kesehatan lingkungan yang harus dicapai sesuai kompetensinya. Yakni, lulusan diploma III kesehatan lingkungan ini memiliki tugas pokok sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, pelatih, pemberdayaan masyarakat dan peneliti di bidang kesehatan lingkungan.

Oleh: Arda Dinata

In SANITARIAN – Keberadaan pendidikan sangat penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di setiap dunia pekerjaan. Untuk itu, setiap lulusan harus meningkatkan kompetensinya sesuai tuntutan dunia pekerjaan. Termasuk di sini, lulusan pendidikan kesehatan lingkungan (sanitasi lingkungan).

Atas dasar itulah, perlunya memperhatikan kompetensi lulusan pendidikan. Kalau kita merujuk pada kompetensi pendidikan vokasi yang dimuat pasal 20, UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia dapat menyelenggarakan tiga jenis pendidikan tinggi, yaitu pendidikan akademik, jalur pendidikan profesi, dan/atau jalur pendidikan vokasi.

Bila dilihat lebih jauh, pendidikan vokasi sendiri, menurut UU No. 12 tahun 2012, pasal 16 bahwa pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program serjana terapan. Untuk pengembangan kurikulumnya bisa disiapkan bersama dengan masyarakat profesi dan organisasi profesi agar memenuhi kompetensi profesi.

Kompotensi Pendidikan Vokasi

Keberadaan kompetensi ini harus jadi perhatian dunia pendidikan dalam memperhatikan lulusannya yang sesuai tuntutan dunia kerja. Di sini, kompetensi pendidikan vokasi ini pada dasarnya merupakan hal untuk mengukur kemampuan seseorang lulusan yang telah menempuh jalur pendidikan tersebut.

Artinya, di sana ada nilai-nilai yang patut dicapai dan kedepankan. Nilai-nilai itu meliputi nilai ekonomis, bisnis, manajemen, dan pemecahan masalah dalam perannya baik di masyarakat, kelompok sosial, taupun industri.

Nilai-nilai tersebut sebagai implementasi pengetahuan dan ketrampilan, baik mulai ketrampilan yang biasa sampai dengan yang kompleks. Bahkan, dimungkinkan sampai pada tahapan untuk melakukan inovasi dengan menciptakan ketrampilan baru.

BACA JUGA:  Gejala Klinis Malaria (Catatan Hari Malaria Sedunia)

Secara demikian, menurut Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, jalur pendidikan vokasi harus mencakup tiga kemampuan, yaitu: operasional (operation); penyelesaian masalah dengan teknologi (problem solving); penciptaan nilai tambah ekonomis, bisnis, manajemen, pembuatan (penemuan) teknologi baru yang bisa menciptakan nilai baru (competitive advantage) bagi dunia industri, lingkungan, atau kehidupan itu sendiri (Kementerian Kesehatan RI, 2012).

Kemampuan di Bidang Kerja

Inilah Kemampuan Bidang Kerja Lulusan Kesehatan Lingkungan
Ilustrasi: Peningkatan keilmuan dengan mengikuti seminar internasional (sumber foto: Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes RI Bandung).

Lulusan diploma III kesehatan lingkungan ini memiliki tugas pokok sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, pelatih, pemberdayaan masyarakat dan peneliti di bidang kesehatan lingkungan. Inilah kemampuan bidang kerja lulusan kesehatan lingkungan yang harus dicapai sesuai kompetensinya.

Lebih detail, Kementerian Kesehatan RI (2012) telah mendeskripsikan beberapa kemampuan lulusan program studi diploma III kesehatan lingkungan dalam bidang kerja ini, yaitu meliputi:

Mampu melakukan pemeriksaan kualitas fisik air (bau, rasa, warna, kekeruhan, zat pada terlarut/TDS, Total Suspended Solid/TSS, dan suhu) dengan metode organoleptik, kolorimetri, potensiometri gravimetri, pemuaian, spektrophotometri, konduktometri dan turbidimetri/ nephelometrik secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada sumber air, badan air, dan limbah cair.

Mampu melakukan pemeriksaan kualitas kimia sumber air, badan air, dan limbah cair untuk parameter pH, kesadahan, sisa chlor, BOD, COD, DO, dan logam berat dengan metode tetrametri, dan potensiometri spetrophotometri secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada sumber air, badan air dan limbah cair.

Mampu melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi sumber air, badan air, dan limbah cair dengan metode vakum filter, TPC,SPC, MPN atau lainnya secara akurat pada sumber air, badan air dan limbah cair.

Jurusan Kesehatan Lingkungan POLTEKKES ACEH mengadakan kunjungan lapangan(praktek lapangan) ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Aceh Besar (Sumber foto: kesling.poltekkesaceh.ac.id).

Mampu melakukan pemeriksaan kualitas fisik udara/kebisingan, getaran, suhu, kelembaban, kecepatan angin, pencahayaan, dan radiasi/tekanan panas dengan menggunakan alat sound level meter, lux meter, vibratometer, termometer, psikrometer, anemometer, globe termometer secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada udara emisi, ambient, ruangan dan tempat kerja.

Melakukan pemeriksaan kualitas kimia udara untuk parameter SOx, NOx, HC, PM, Ozon, CO, dengan metode tintimetri, spectrophotometri, colorimetri, gravimetri, dan orchad analizyer secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada udara ambient dan lingkungan kerja.

Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi udara, dengan metode PCA dan coloni secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada udara ruang.

Melakukan pemeriksaan kualitas fisik tanah dan limbah padat, parameter suhu, kelembaban, dengan menggunakan alat higrometer, termometer, secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI), pada permukiman, tempat-tempat umum (TTU), tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Melakukan pemeriksaan kualitas kimia tanah dan limbah padat untuk parameter kimia: BOD, pH dan logam berat dengan menggunakan metode reflux/tetrimetri, potensiometri, dan spectrophotometri, secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada permukiman, TTU, dan TPA sampah.

Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitilogi tanah dan limbah padat, untuk parameter cacing dan jamur menggunakan mikroskop, secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada lingkungan permukiman, TTU, dan TPA sampah.

Melakukan pemeriksaan kualitas fisik makanan dan minuman, untuk parameter bau, rasa, tekstur, warna, dengan menggunakan metode organoleptik, pemuaian. secara akurat sesuai dengan teknik sampling menurut SNI pada tempat pengolahan dan penyajian makan (RS, hotel).

Praktikum Pemerikasaan Timbal pada makanan

Melakukan pemeriksaan kualitas kimia makanan dan minuman untuk parameter logam berat (As, Pb, Hg, Cd), pengawet (formalin ,borax), dan pewarna dengan metode shift test atau stik tes untuk formalin, tintimetri dan colorimetri untuk pengawet secara akurat pada makanan dan minuman di Tempat Pengolahan dan Penyajian Makanan Minuman (TP2M).

Mampu melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi (lempeng total, Salmonella, Stapilococcus, E. Coli, dan Coliform) makanan dan minuman dengan metode TPC, SPC, dan MPN secara akurat (sesuai dengan teknik sampling SNI) pada makanan dan minuman di TP2M.

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

error: