OpiniSanitasi Tempat Umum

Agar Kapal Tidak Kebakaran

Agar kapal tidak kebakaran, maka pengelola kapal harus melakukan usaha-usaha berupa tindakan keamanan di masing-masing ruangan kapal yang diduga dapat menimbulkan sumber api, maka kita akan terhindar dari kemungkinan terjadinya suatu kebakaran di kapal.

Oleh: Arda Dinata

In SANITARIANADANYA kecelakaan transportasi umum yang mendera negara kita akhir-akhir ini, hingga membawa korban jiwa yang cukup banyak, tentunya sangat merisaukan kita. Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam penentuan regulasi di bidang transportasi umum, kelabakan, dan mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan. Pemerintah dituding gagal mengemban amanat rakyat. Persoalan di bidang transportasi ini, bisa meruntuhkan seluruh kerja keras pemerintah selama ini.

Tiga kecelakaan transportasi yang cukup telak menyerang pemerintah, adalah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Senopati Nusantara, hilangnya pesawat Boeing 737-400 Adam Air, tenggelamnya KM Tristar, dan terbakarnya KM Levina I. dampak tragedi transportasi yang merenggut banyak korban jiwa itu, tak hanya menyisakan kepiluan di hati kita -terutama keluarga korban-, tetapi juga membuncahkan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah (baca: Departemen Perhubungan).

Banyak kalangan menuding, kecelakaan transportasi umum yang marak terjadi, terutama untuk moda transportasi udara dan laut, adalah buah dari penegakkan aturan sektor perhubungan yang minim. Dari peristiwa kecelakaan sebelumnya terkuak penyebabnya antara lain faktor manusia.

Bahkan, dalam tiga kecelakaan tersebut mengandung unsur kelemahan manusia. Misalnya, pada tenggelamnya kapal Senopati Nusantara, jumlah penumpang diduga melebihi kapasitas muatan dan tidak diperhatikannya aturan-aturan kesehatan serta keselamatan pengelolaan bagian-bagian rungan di kapal. Dugaan yang sama juga mampir pada kecelakaan kapal Tristar dan Levina I.

Agar kapal tidak kebakaran, maka pengelola kapal harus melakukan usaha-usaha berupa tindakan keamanan di masing-masing ruangan kapal yang diduga dapat menimbulkan sumber api, maka kita akan terhindar dari kemungkinan terjadinya suatu kebakaran di kapal.

Terkait terjadinya musibah kebakaran pada kapal ini, memang dapat terjadi kapan saja. Penyebabnya pun macam-macam, mulai dari kondisi kapalnya yang sudah tua, kelalaian manusia, atau pun adanya unsur-unsur lain. Terlepas dari itu, para pengelola dan pengusaha transportasi laut (kapal) ini, tentu seharusnya berupaya secara maksimal dalam menjaga agar kapal yang sedang berlayar itu tidak sampai terjadi kebakaran.

Apalagi, bila kita melihat dari sifat-sifat khusus kebakaran di kapal, dapat diketahui bahwa upaya penanggulangan bahaya kebakaran di kapal adalah lebih sulit, bila dibandingkan dengan di darat. Sehingga bahaya dan ancaman terhadap jiwa manusia juga menjadi lebih besar.

BACA JUGA:  Kinerja Petugas Mikroskopis Malaria di Wilayah Endemis Malaria Kabupaten Pangandaran

Oleh karena itu, usaha pencegahan bahaya kebakaran harus dilakukan secara ketat pada setiap ruangan-ruangan yang ada di dalam kapal. Berikut ini usaha yang dapat dilakukan oleh para pengelola transportasi laut (kapal) agar kapal yang dimilikinya tidak terjadi kebakaran.

Ruang kamar mesin

Tindakan keamanan di kamar mesin yang harus dilakukan, meliputi:

1. Kamar mesin harus selalu dijaga kebersihannya. Minyak yang menetes di bawah peralatan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Lap-lap kotor bercampur minyak jangan diletakkan sembarangan (lebih baik disimpan dalam kotak besi). Dan got-got dalam kapal harus sering dikuras.

2. Lakukan perawatan mesin dengan sebaik-baiknya. Jangan melakukan perbaikan atau perubahan-perubahan alat yang mengandung resiko. Alat-alat yang sudah melampaui batas pemakaian sebaiknya cepat-cepat diganti.

3. Sebelum berangkat berlayar, sebaiknya periksa semua peralatan dan sistem pemadaman di kamar mesin. Yakinkan bahwa semua dalam kondisi baik dan siap digunakan.

4. Larangan “Jangan Merokok” harus benar-benar ditaati.

5. Setiap pekerja di kamar mesin harus mengenal semua peralatan mesin yang ada di ruangan, dan mengetahui dengan tepat bahaya-bahaya apa yang dapat ditimbulkannya. Selain itu, ia juga harus mengetahui sistem pemadaman api yang digunakan, macam alat, lokasi, dan cara kerjanya.

Agar kapal tidak kebakaran, maka pengelola kapal harus melakukan usaha-usaha berupa tindakan keamanan di masing-masing ruangan kapal yang diduga dapat menimbulkan sumber api, maka kita akan terhindar dari kemungkinan terjadinya suatu kebakaran di kapal.

6. Pekerja yang bertugas di kamar mesin harus melakukan kewajibannya dengan baik. Usahakan agar aliran udara/ventilasi kamar mesin bekerja dengan baik.

7. Jangan menyimpan benda atau bahan-bahan yang mudah terbakar di kamar mesin, kecuali minyak-minyak pelumas.

BACA JUGA:  Dapatkah Nyamuk Menyebarkan Virus SARS-CoV-2?

8. Pada kamar mesin modern yang memakai sistem remote control, jangan hanya melakukan pemeriksaan di ruang kontrol saja. Artinya, selama mesin bekerja harus ada petugas yang langsung memeriksa di kamar mesin.

9. Bila ada kelainan-kelainan yang membahayakan, jangan ragu-ragu untuk mematikan mesin. Tapi, bila masih memungkinkan, agar segera laporkan ke anjungan dan kepala kamar mesin.

Ruang masak/dapur

Paling tidak ada lima tindakan keamanan yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran yang bersumber dari ruang masak/dapur di kapal. Pertama, semua peralatan masak harus selalu dijaga kondisinya. Khusus peralatan masak yang modern, pekerja harus sudah menguasai prosedur penggunaannya, dan tindakan-tindakan keamanan yang diperlukan.

Kedua, penggunaan minyak harus hati-hati. Perhatikan temperatur minyak, dan hindari hal-hal yang berbahaya.

Ketiga, selesai kegiatan masak dan ketika waktu akan meninggalkan ruangan, yakinkan bahwa kondisi semua peralatan dapur dalam kondisi aman.

Keempat, larangan merokok harus ditaati dan jangan melakukan pekerjaan di dapur sambil merokok.

Kelima, tersedia alat-alat pemadam api portable di dapur dalam kondisi berfungsi dengan baik. Selian itu, pekerja di dapur juga harus mampu menggunakan alat-alat pemadam api tersebut.

Agar kapal tidak kebakaran, maka pengelola kapal harus melakukan usaha-usaha berupa tindakan keamanan di masing-masing ruangan kapal yang diduga dapat menimbulkan sumber api, maka kita akan terhindar dari kemungkinan terjadinya suatu kebakaran di kapal.

Ruang akomodasi

Tindakan keamanan yang dapat dilakukan dalam ruang akomodasi, diantaranya:

1. Kebersihan ruangan harus terus dijaga. Jangan menggantung baju, celana, atau barang lainnya yang mudah terbakar di dekat kabel-kabel listrik.

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

error: