Mikroorganisme, Hygiene dan Sanitasi Daging
3. Derajat keasaman (pH). Pada kondisi normal, daging mempunyai pH ultimat (5,3 – 5,7) yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan sebagian besar bakteri (sebagian besar bakteri tumbuh optimal kira-kira pH 7,0). Sedangkan pH untuk pertumbuhan jamur (2,0 – 8,0), ragi tumbuh baik pada pH 4,0 -4,5.
Jadi, menurut Forrest dan Lawrie, pH normal daging (5,4 -5,6), kondisi daging akan menguntungkan bagi pertumbuhan jamur dan ragi, di samping bagi bakteri yang suka asam (acidophilic). Sedangkan, pada pH 5,2 atau lebih rendah, pertumbuhan mikroba berkurang, dan pada pH daging ultimat yang tinggi, pertumbuhan mikrobia meningkat. Dan bakteri asam laktat dapat tumbuh dengan baik pada pH (5,5 – 6,0).
4. Potensi oksidasi-reduksi. Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, sejumlah mikroorganisme membutuhkan kondisi oksidasi dan sejumlah mikroorganisme lainnya (golongan aerobik) membutuhkan kondisi reduksi.
5. Ada tidaknya penghambat. Maksudnya tidak lain adalah apakah ada tidaknya subtansi penghambat dan jaringan protektif. Subtansi yang menghambat disebut bakteriostatik, sedangkan subtansi yang merusak, menghancurkan dan membunuh disebut bakterisidal. Dan secara alami, daging ini kondisinya tidak mengandung subtansi bakteriostatik.
Kedua, faktor luar (ekstrinsik). Yakni meliputi temperatur, kelembaban relatif, ada tidaknya oksigen, bentuk atau kondisi daging (misalnya karkas atau potongan karkas, daging cacahan atau daging giling).
Akhirnya, tidaklah berlebihan bila kesehatan daging ini merupakan sesuatu yang harus menjadi perhatian pertama dan utama bagi siapa pun yang akan mengkomsusi makanan yang berasal dari daging. Tepatnya, perhatikan hubungan antara mikroorganisme, hygiene, dan sanitasi daging. Bila tidak, maka kesehatan kitalah jadi taruhannya. Caranya, tidak lain kita harus memperhatikan hygiene dan sanitasi daging yang akan kita konsumsi.***
_❤oOo❤_
Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.
_❤oOo❤_
Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:
- Biokimia
- Buku Kesehatan Lingkungan
- Dasar Kesling
- Entomologi
- Hyperkes
- Iklan
- Info Kesehatan
- Inspirasi Sanitarian
- Jurnal Kesehatan Lingkungan
- Kesehatan Lingkungan
- Lingkungan Fisik
- Majalah Inside
- Mikrobiologi
- Opini
- Parasitologi
- Pembuangan Tinja & Air Limbah
- Pengelolaan Sampah
- Pengembangan Profesi
- Penyehatan Air Minum
- Peraturan
- Promkes
- Renungan
- Rumah Sehat
- Sanitasi Makanan
- Sanitasi Rumah Sakit
- Sanitasi Tempat Umum
- Teknologi Tepat Guna
- Vektor dan Binatang Pengganggu
Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:
Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di
http://www.produktifmenulis.com,
https://www.miqraindonesia.com/

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.