OpiniPengembangan ProfesiSanitasi Tempat Umum

Pariwisata dan Kesehatan Lingkungan

Mencermati isi visi pariwisata Indonesia memasuki abad ke-21 itu, maka produk pariwisata itu harus memenuhi syarat, sebagai berikut:

  1. Bersih dan sehat (clean and sanitary/hygiene),
  2. Sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata yang profesional.

Pertama, bersih dan sehat. Kedua kata tersebut menjadi suatu tolak ukur mutlak untuk produk pariwisata. Hal ini, tentunya menjadi tanggungjawab kita bersama untuk selalu memasyarakatkan dan membiasakan budaya hidup bersih dalam setiap lini kehidupan.

Mungkin Anda bertanya-tanya. Mengapa produk wisata harus bersih? Jawabannya mudah saja, karena manusia itu pada dasarnya senang melihat yang rapi dan bersih. Hal itu didukung oleh pendapat Herman Miller, yang disampaikan Aman Raksanegara (1997) dalam sesi pembekalan mahasiswa Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya Bandung, bahwa ada 11 hal yang disukai manusia, yaitu:

  1. Senang membantu orang lain.
  2. Menghendaki citra pribadinya dapat diterima orang lain,
  3. Senang bila dirinya dibutuhkan,
  4. Senang dipuji,
  5. Senang memilih,
  6. Tidak mau dipermalukan,
  7. Senang melihat yang rapi dan bersih,
  8. Senang bila menjadi penting,
  9. Suka kepada pendengar yang baik,
  10. Senang diberitahu,
  11. Senang melihat wajah yang bersahabat.

Selain bersih, produk pariwisata tentunya juga harus sehat. Mengapa? Sebab, kita semua sebagai makhluk yang diciptakan-Nya, tentunya secara kodrati senantiasa mengharapkan hidup sehat agar dapat beribadah kepada-Nya.

Kedua, tersedia sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata yang profesional. Arti lainnya, adalah manusia yang terpelajar, terampil, dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan bidang jasa agar dapat memenuhi kepuasan wisatawan.

Urgensi Pariwisata dan Kesehatan Lingkungan

Pariwisata dan kesehatan lingkungan merupakan dua hal yang penting untuk memajukan dunia kepariwisataan di Indonesia. Jadi, ada urgensi pariwisata dan kesehatan lingkungan yang harus dipelihara. Artinya, wisatawan akan merawa puas, manakala para pelaku dan pengelola wisata berperilaku seperti berikut ini:

  1. Memperlihatkan rasa pengertian (showing understanding),
  2. Membantu mereka agar merasa diakui dan diterima (making them feel welcome),
  3. Membantu mereka merasa diperlukan sebagai orang penting (helping them feel important), dan
  4. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan (providing a comfortable environment).

Untuk itu, kunci utama suatu produk pariwisata yang unggul adalah tidak lain menjaga personal hygiene (kesehatan perseorangan) bagi para pengelola pariwisata, kesehatan produk, dan kesehatan alat penunjang lainnya serta menjaga kondisi sanitasi lingkungan wisata yang baik.

Ingat, kepercayaan itu mahal harganya daripada nilai nominal sesaat. Mengapa? Karena jangan sampai terulang kembali kasus di Bali yang pernah muncul beberapa tahun lalu (isu diare) yang menimpa wisatawan Jepang. Dan semoga kita bisa belajar dari pengalaman tersebut.***

Arda Dinata, SKM., MPH., pernah menjadi dosen pengajar mata kuliah Sanitasi Tempat-Tempat Umum (STTU), Sanitasi Tempat Wisata, Bioskop dan Transportasi.

_❤oOo❤_

Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

_❤oOo❤_

Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:

Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di  https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Arda Dinata adalah Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (https://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

3 komentar pada “Pariwisata dan Kesehatan Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: