Majalah InsideOpini

Post Power Syndrome Bagi Pensiunan

Post power syndrome bagi pensiunan

Berakhirnya tugas di dalam sebuah kedinasan atau pensiun merupakan hal yang akan dilalui dan dihadapi oleh setiap PNS dalam waktu tertentu. Saat masuk masa pensiun maka semua aktivitas kerja yang telah menjadi rutinitas sebelumnya akan terhenti.

Oleh: Fery Jelitawati

Berakhirnya tugas di dalam sebuah kedinasan atau pensiun merupakan hal yang akan dilalui dan dihadapi oleh setiap PNS dalam waktu tertentu. Saat masuk masa pensiun maka semua aktivitas kerja yang telah menjadi rutinitas sebelumnya akan terhenti.

Bagi sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS), masa menjelang pensiun dirasakan seperti akan memasuki masa-masa yang membosankan, penuh kesepian, tidak ada lagi fasilitas dan penghormatan manakala masih bertugas. Stigma ini berpengaruh terhadap kinerja PNS yang akan memasuki masa pensiun.

Post power syndrome 

Post power syndrome merupakan gejala kejiwaan seseorang yang hendak menanggalkan kekuasaan atau jabatan yang diembannya sekian lama, sehingga menimbulkan perasaan rendah diri. Post power syndrome juga dapat diartikan orang-orang yang tidak bisa menerima perubahan yang terjadi.

Kompleksitas fenomena ini tampak dari kata sindrom. Sindrom sendiri mengandung pemaknaan sejumlah gejala yang terbentuk atas suatu kesatuan keadaan. Ada faktor internal dari individu sendiri dan lingkungan sosial yang bertemu dalam satu kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan.

admin

www.insanitarian.com adalah Situs Nasional Seputar Dunia Kesehatan, Hygiene, Sanitasi, dan Kesehatan Lingkungan (Sumber Inspirasi & Referensi Dunia Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Entomologi, Mikrobiologi Kesehatan, dll.) yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House. Redaksi dengan senang hati menerima kiriman tulisan ilmiah dengan gaya penulisan secara populer. Panjang tulisan antara 8.000 -10.000 karakter.

One thought on “Post Power Syndrome Bagi Pensiunan

Tinggalkan Balasan

error: