Info KesehatanMajalah InsideOpini

Memahami Analisis Kebijakan

Analisis suatu kebijakan memiliki fokus pada bahasan-bahasan yang spesifik dan berbeda, baik pada proses kebijakan publik, pada ide-ide, keyakinan, atau pada asumsi-asumsi yang terkait proses kebijakan tersebut. Dalam kegiatan menganalisis kebijakan Wayne Parsons (2001) membedakan ke dalam dua jenis analisis kebijakan yaitu analysis of policy dan analysis for policy sebagai berikut:

Analysis of PolicyAnalysis for Policy
1 2 3  4 5
Analysis of policy determination Analysis of policy content Policy Monitoring & Evaluation  Information for Policy Policy Advocacy

Gambar 2. Jenis Analisis Kebijakan7

  1. Analysis of Policy (analisis terhadap kebijakan) dapat diartikan sebagai analisis suatu kebijakan yang difokuskan kepada:
  2. Bagaimana, mengapa, dan kapan serta diperuntukkan bagi siapa (target group) sebuah kebijakan dibuat.
  3. Isi dari kebijakan, yaitu analisis mengenai deskripsi dari suatu kebijakan tertentu dan bagaimana kebijakan tersebut dibuat serta keterkaitannya dengan kebijakan yang telah ada sebelumnya. Dan dalam menganalisisnya dapat pula menggunakan kerangka teoritikal/nilai yang ditujukan untuk memberikan masukan (kritik) terhadap sebuah kebijakan.
  4. Monitoring dan evaluasi kebijakan, yaitu analisis yang dimaksudkan untuk menguji apakah sebuah kebijakan telah menunjukkan kinerja sesuai tujuannya dan seberapa besar dampak kebijakan dapat mengatasi masalah yang ada7.
  5. Analysis for Policy (analisis untuk penyusunan kebijakan) adalah kegiatan analisis dengan tujuan mencakup:
    1. Dukungan Kebijakan (Policy advocacy), yaitu analisis yang mencakup riset dan argumen-argumen yang dimaksdukan untuk memberikan pengaruh terhadap agenda kebijakan baik dari lingkungan internal maupun eksternal pemerintah.
    1. Informasi bagi sebuah kebijakan (Information for policy), yaitu bentuk dari analisis yang dimaksudkan untukmemberikan masukan (supply informasi) bagi prosespembuatan kebijakan. Analisis ini dapat berupa kajian/risetmendalam baik secara internal maupun eksternal ataurekomendasi keputusan. Kegiatan ini mungkin dapatmembantu dalam menyaring opsi-opsi atau juga menawarkanrekomendasi opsi kebijakan 7.
  6. Kerangka Kerja (framework) Analisis Kebijakan

Dalam melakukan analisis kebijakan diperlukan suatu kerangka kerja yang sistematis untuk membantu analis dalam mengkaji suatu kebijakan. Kerangka kerja tersebut akan memudahkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan hubungan aspek-aspek penting dalam suatu kebijakan yang terdiri dari aspek aktor, konteks, konten dan proses kebijakan. Kerangka kerja ini mengeksplorasi mengenai bagaimana kekuasaan digunakan dalam proses pembentukan kebijakan, substansi apa saja yang diperlukan dan apa saja kondisi yang memengaruhi8.

Gambar 3. Kerangka Kerja Segitiga Analisis Kebijakan menurut Walt dan Gilson (1994)

Untuk mengkaji proses agenda setting suatu kebijakan, kerangka kerja ini dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyederhanakan rangkaian yang kompleks antar hubungan tiap aspek, dan menunjukkan bahwa keempat aspek tersebut tidak dapat dipisahkan.

Aktor adalah semua pihak yang memengaruhi proses kebijakan, dapat berupa individu, kelompok maupun organisasi, atau institusi, serta dapat berasal dari berbagai level seperti tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Posisi dan kontribusi dari tiap aktor dapat dikaji berdasarkan pengetahuan, persepsi, sikap, kesiapan maupun dukungan aktor tersebut terhadap suatu kebijakan.8

Aktor sangat dipengaruhi oleh konteks kebijakan. Konteks adalah faktor-faktor sistematis yang dapat memengaruhi kebijakan seperti situasi politik, kondisi sosial ekonomi, kondisi lingkungan, demografi dan budaya. Interaksi antara aktor dan konteks akan menghasilkan suatu kebijakan dengan konten atau isi yang diharapkan mampu menjawab masalah kebijakan.

Konten kebijakan adalah subtansi dari suatu kebijakan yang memperinci bagian-bagian dalam kebijakan. Substansi ini akan menentukan jenis atau tipe dari kebijakan. Substansi kebijakan juga dipengaruhi oleh kebijakan lain yang lebih tinggi atau kebijakan yang sudah ada sebelumnya.

Aspek yang tidak kalah penting lainnya adalah bagaimana suatu kebijakan akan berproses, yaitu bagaimana cara mengawali suatu kebijakan, mengembangkan atau menyusun kebijakan, bernegosiasi, mengkomunikasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan. Proses kebijakan akan sangat ditentukan oleh pola komunikasi, pola negosiasi dan advokasi, serta kemampuan dalam merumuskan suatu kebijakan (legal drafting).8

Kesimpulan

Dalam analisis kebijakan, terdapat 3 terminologi dasar yang saling berhubungan, yaitu proses kebijakan, jenis analisis kebijakan, dan kerangka kerja analisis kebijakan. Untuk mengkaji keseluruhan kebijakan atau suatu siklus kebijakan secara komprehensif, analisis kebijakan tersebut harus digunakan. Untuk mengkaji kebijakan dengan lebih holistik, kerangka kerja segitiga analisis kebijakan tidak dapat ditinggalkan, apapun jenis analisis yang digunakan.

Sumber

1.           Tahir A. Kebijakan Publik Dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. First Edit. (Hadjarati H, ed.). Jakarta: Pustaka Indonesia Press; 2011.

2.           Syafiie IK. Ilmu Administrasi Publik. Edisi Kedu. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta; 2010.

3.           Lembaga Administrasi Negara RI. Modul Pelatihan Analisis Kebijakan. Jakarta: Pusaka LAN RI; 2015.

4.           Suharto E. Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta; 2013.

5.           Dye TR. Understanding Public Policy. 14th Editi. Washington, DC: Pearson Education; 2013.

6.           Dunn WN. Public Policy Analysis: An Integrated Approach. Sixth Edit. New York and London: Routledge, Taylor & Francis Group; 2018.

7.           Parsons W. Public Policy: An Introduction to the Theory and Practice of Policy Analysis. New York: Edward Edgar Publishing, Ltd; 2001.

8.           Buse K, Mays N, Walt G. Making Health Policy: Understanding Public Health. Second Edi. Glasgow: The McGraw Hill Companies; 2012.

Edisi Cetak Dimuat di: Buletin Inside Edisi 29 Volume XV Nomor 2 Desember 2020

❤oOo❤_

Untuk mendapatkan update tentang informasi terbaru dari www.Insanitarian.com, silahkan ikuti kami lewat media sosial di bawah ini:

Instagram: https://www.instagram.com/arda.dinata/

Facebook: https://web.facebook.com/Inspirasiarda

Anda tidak ingin ketinggalan informasi dari leman website In SANITARIAN INDONESIA di  https://insanitarian.com/! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Silakan share informasi ini agar nilai manfaatnya bisa dirasakan para pembaca lainnya. Oke, saya tunggu juga tanggapannya di kolom komentar ya!

_❤oOo❤_

Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:

admin

www.insanitarian.com adalah Situs Nasional Seputar Dunia Kesehatan, Hygiene, Sanitasi, dan Kesehatan Lingkungan (Sumber Inspirasi & Referensi Dunia Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Entomologi, Mikrobiologi Kesehatan, dll.) yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House. Redaksi dengan senang hati menerima kiriman tulisan ilmiah dengan gaya penulisan secara populer. Panjang tulisan antara 8.000 -10.000 karakter.

4 komentar pada “Memahami Analisis Kebijakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: